Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Boven Digoel pada Desember 2025, bertambah 0,4 persen menjadi 3,66 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tanjung Pinang | 2004 - 2025)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Boven Digoel menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Kemudian setelah pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Boven Digoel.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 285 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Boven Digoel mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 28.250 pekerja kemudian jumlahnya mengalami penurunan menjadi 27.396 pekerja pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Boven Digoel mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren turun. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 27.384 pekerja kemudian jumlahnya mengalami penurunan menjadi 26.686 pekerja pada tahun 2025.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Boven Digoel tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga turun di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 1,78 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,73 persen .
Berikut ini empat kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Papua Selatan pada 2025 yakni :
- Kabupaten Mappi 5,61 persen
- Kabupaten Merauke 4,35 persen
- Kabupaten Boven Digoel 3,66 persen
- Kabupaten Asmat 2,07 persen
Berikut ini empat kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Asmat 2,07 persen
- Kabupaten Boven Digoel 3,66 persen
- Kabupaten Merauke 4,35 persen
- Kabupaten Mappi 5,61 persen