Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Merauke pada tahun 2024 mencapai 232.644 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,5 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 10.115 rupiah per orang setiap bulannya. Untuk skala nasional, posisi pengeluaran indikator ini menempati urutan 141 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang 10,1 persen dari total pengeluaran seluruh kebutuhan masyarakat Kabupaten Merauke yang pada tahun 2024 mencapai 2.307.978 rupiah per kapita per bulan. Sementara itu jika dibandingkan dengan total pengeluaran khusus makanan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang 21,8 persen dari seluruh pengeluaran makanan masyarakat wilayah ini.
(Baca: 0,3% Penduduk di Kabupaten Kebumen Beragama Katolik)
Selama rentang tujuh tahun terakhir sejak 2018, pengeluaran makanan dan minuman jadi Kabupaten Merauke mengalami pergerakan naik turun secara signifikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 45,1 persen. Penurunan terdalam tercatat pada tahun 2021 sebesar 15,8 persen. Tercatat pada tahun 2022 juga menjadi catatan pengeluaran tertinggi untuk indikator ini selama periode data yang diamati.
Dari seluruh kabupaten di wilayah Provinsi Papua Selatan, Kabupaten Merauke menempati urutan pertama untuk nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Diikuti secara berurutan oleh Kabupaten Boven Digoel dengan nilai 121.570 rupiah, Kabupaten Asmat 88.178 rupiah, dan Kabupaten Mappi 77.166 rupiah. Hanya Kabupaten Merauke dan Boven Digoel yang mencatat kenaikan untuk indikator ini, sementara dua kabupaten lain mencatat penurunan.
Kabupaten Merauke
Total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kebutuhan masyarakat Kabupaten Merauke pada tahun 2024 mencapai 2.307.978 rupiah, atau mengalami kenaikan sebesar 18,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini mencatat peningkatan sebesar 16,9 persen menjadi 1.240.799 rupiah. Seluruh indikator pengeluaran di kabupaten ini secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh wilayah Provinsi Papua Selatan, dengan selisih nilai hampir dua kali lipat dari kabupaten peringkat kedua.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 1.341.639 rupiah pada tahun 2024, atau mengalami penurunan sedikit sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya pengeluaran bukan makanan sebesar 13,3 persen, meskipun pengeluaran makanan justru mengalami kenaikan sebesar 11 persen. Wilayah ini tetap menempati urutan kedua di provinsi untuk seluruh kategori indikator pengeluaran masyarakat.
Kabupaten Asmat
Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Asmat pada tahun 2024 tercatat sebesar 1.215.027 rupiah per kapita per bulan, atau mengalami kenaikan sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini naik sebesar 7,6 persen, sementara pengeluaran bukan makanan naik sedikit sebesar 3,9 persen. Kabupaten ini secara konsisten menempati urutan ketiga di Provinsi Papua Selatan untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat yang dicatat.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 1.128.222 rupiah pada tahun 2024, atau mengalami kenaikan sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan yang naik sebesar 16,2 persen, sementara pengeluaran makanan naik sebesar 9,2 persen. Wilayah ini menempati urutan keempat di seluruh kabupaten di Provinsi Papua Selatan untuk seluruh indikator pengeluaran yang diamati.