Jumlah pekerja di Kabupaten Gorontalo mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 219,91 ribu pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 7.188 pekerja menjadi 210,82 ribu pekerja pada tahun 2025.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Kota Waringin Barat 4,39 Persen)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Gorontalo pada Desember 2025, bertambah 0,62 persen menjadi 3,26 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Gorontalo mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 225,5 ribu pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 9.827 pekerja menjadi 214,1 ribu pekerja pada tahun 2025.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 334 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Gorontalo tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,35 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,11 persen .
Data Kependudukan di Kabupaten Gorontalo:
Jumlah penduduk di Kabupaten Gorontalo tercatat 377,06 ribu jiwa data per 2025. Untuk data terakhir ini, jumlah penduduk mengalami penurunan. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih rendah. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka -0,08%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Tabalong 3,48 Persen)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Gorontalo, kabupaten/kota ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, sementara jika dilihat menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 14.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Gorontalo pada Desember 2025 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 28,41 ribu jiwa (7,54%)
- Umur 5-9 tahun 28,65 ribu jiwa (7,6%)
- Umur 10-14 tahun 31,21 ribu jiwa (8,28%)
- Umur 15-19 tahun 32,27 ribu jiwa (8,56%)
- Umur 20-24 tahun 29,27 ribu jiwa (7,76%)
- Umur 25-29 tahun 27,99 ribu jiwa (7,42%)
- Umur 30-34 tahun 27,09 ribu jiwa (7,18%)
- Umur 35-39 tahun 28,3 ribu jiwa (7,51%)
- Umur 40-44 tahun 28,98 ribu jiwa (7,69%)
- Umur 45-49 tahun 26,75 ribu jiwa (7,09%)
- Umur 50-54 tahun 23,66 ribu jiwa (6,27%)
- Umur 55-59 tahun 20,35 ribu jiwa (5,4%)
- Umur 60-64 tahun 16,53 ribu jiwa (4,39%)
- Umur 65-69 tahun 12,53 ribu jiwa (3,32%)
- Umur 70-74 tahun 8.321,472783904406 jiwa (2,21%)
- Umur lebih dari 75 tahun 6.739,685577034081 jiwa (1,79%)