Jumlah pekerja di Kabupaten Buton Selatan mengalami trend kenaikan dalam tujuh tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, jumlah pekerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 36.376 pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 56.078 pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: 4,8% Penduduk di Kabupaten Belitung Beragama Budha)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Buton Selatan pada Desember 2024, berkurang 0,85% menjadi 3,48% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus bergerak naik dengan laju peningkatan lebih tinggi dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Buton Selatan dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 37.962 pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 50.478 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 58.099 pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 288 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Buton Selatan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang naik signifikan di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,84 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 2,41 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Buton Selatan:
Jumlah penduduk di Kabupaten Buton Selatan tercatat 102,43 ribu jiwa data per 2024. Angka ini dalam delapan tahun berurutan tercatat naik. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) yakni di angka 5,07%.
(Baca: 10,14% Penduduk di Kabupaten Bombana Masuk Kategori Miskin)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Sulawesi Tenggara, jumlah penduduk Kabupaten Buton Selatan berada di urutan 13, sementara menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 71.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Buton Selatan pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 8,04 ribu jiwa (7,85%)
- Umur 5-9 tahun 10,71 ribu jiwa (10,46%)
- Umur 10-14 tahun 10,55 ribu jiwa (10,3%)
- Umur 15-19 tahun 11,2 ribu jiwa (10,94%)
- Umur 20-24 tahun 10,03 ribu jiwa (9,79%)
- Umur 25-29 tahun 8,81 ribu jiwa (8,6%)
- Umur 30-34 tahun 7,62 ribu jiwa (7,43%)
- Umur 35-39 tahun 7,53 ribu jiwa (7,35%)
- Umur 40-44 tahun 6,39 ribu jiwa (6,24%)
- Umur 45-49 tahun 4,85 ribu jiwa (4,73%)
- Umur 50-54 tahun 4,53 ribu jiwa (4,42%)
- Umur 55-59 tahun 3,54 ribu jiwa (3,46%)
- Umur 60-64 tahun 2,77 ribu jiwa (2,7%)
- Umur 65-69 tahun 2,08 ribu jiwa (2,03%)
- Umur 70-74 tahun 1,43 ribu jiwa (1,4%)
- Umur lebih dari 75 tahun 2,35 ribu jiwa (2,3%)