Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pesisir Selatan pada Desember 2025, bertambah 0,04 persen menjadi 5,1 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan di Kalimantan Timur | 2026)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Bali | 2024)
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan. Demikian pula kondisi pasca pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Pesisir Selatan.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 139 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Pesisir Selatan mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 256,42 ribu jiwa kemudian jumlahnya naik menjadi 286,91 ribu jiwa pada tahun 2025.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Pesisir Selatan mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 244,24 ribu pekerja dan di tahun 2025 naik menjadi 276,14 ribu pekerja.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Pesisir Selatan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 3,62 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,84 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sumatera Barat pada 2025 yakni :
- Kota Padang 9,7 persen
- Kabupaten Padang Pariaman 6,48 persen
- Kabupaten Pasaman Barat 5,95 persen
- Kabupaten Dharmasraya 5,51 persen
- Kabupaten Pasaman 5,29 persen
- Kabupaten Tanah Datar 5,26 persen
- Kota Pariaman 5,16 persen
- Kabupaten Pesisir Selatan 5,1 persen
- Kota Padang Panjang 5,07 persen
- Kota Payakumbuh 4,97 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Kepulauan Mentawai 1,54 persen
- Kabupaten Solok Selatan 2,13 persen
- Kabupaten Lima Puluh Kota 3,78 persen
- Kota Solok 3,87 persen
- Kota Bukit Tinggi 4,41 persen
- Kabupaten Sawahlunto/sijunjung 4,59 persen
- Kota Sawahlunto 4,64 persen
- Kabupaten Solok 4,7 persen
- Kabupaten Agam 4,71 persen
- Kota Payakumbuh 4,97 persen