Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Subulussalam pada Desember 2024, berkurang 0,58% menjadi 5,12% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 5,75%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: 71,1% Penduduk di Kota Palangkaraya Beragama Islam)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2019 sebesar 7,25% dan terendah pernah tercatat pada 2024 silam sebesar 5,12%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Jakarta Pusat | 2004 - 2024)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 140 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kota Subulussalam dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 35.538 pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 44.762 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 46.434 pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Subulussalam dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 33.496 pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 42.214 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 44.058 pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Subulussalam tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,12 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,06 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Aceh pada 2024 yakni :
- Kota Lhokseumawe 8,47%
- Kabupaten Aceh Besar 7,93%
- Kabupaten Aceh Timur 7,75%
- Kota Banda Aceh 7,55%
- Kota Langsa 7,34%
- Kabupaten Aceh Tamiang 6,95%
- Kabupaten Aceh Utara 6,88%
- Kabupaten Aceh Singkil 6,44%
- Kabupaten Pidie 5,74%
- Kabupaten Aceh Barat 5,58%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kabupaten Bener Meriah 2,2%
- Kabupaten Gayo Lues 2,4%
- Kabupaten Aceh Jaya 2,75%
- Kota Sabang 2,95%
- Kabupaten Pidie Jaya 3,82%
- Kabupaten Aceh Barat Daya 3,83%
- Kabupaten Bireuen 3,93%
- Kabupaten Aceh Tengah 4,21%
- Kabupaten Aceh Selatan 4,56%
- Kabupaten Aceh Tenggara 4,79%