Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Provinsi Bali pada Kuartal II 2025 mencapai 4292,25 Rp miliar. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 258,1 Rp miliar atau pertumbuhan 6,4% dibandingkan Kuartal I 2025. Dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir (Kuartal IV 2024 hingga Kuartal II 2025) sebesar 4232,34 Rp miliar, nilai Kuartal II 2025 berada sedikit di atas rata-rata. Sementara rata-rata lima kuartal terakhir (Kuartal IV 2023 hingga Kuartal II 2025) sebesar 4166,11 Rp miliar, sehingga kondisi Kuartal II 2025 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan rata-rata tersebut. Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada Kuartal III 2011 dengan pertumbuhan 7,99%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada Kuartal IV 2012 dengan penurunan 20,3%.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Padang Sidimpuan Menurut Sektor pada 2024)
Pada Kuartal II 2025, Provinsi Bali tetap memegang peringkat 1 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali, sama seperti sebagian besar kuartal sebelumnya kecuali Kuartal IV 2012 yang turun ke peringkat 2. Secara nasional, Bali berada di peringkat 17. Dibandingkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di pulau yang sama, nilai PDRB ADHK sektor ini di Bali lebih tinggi sebesar 165,23 Rp miliar. NTB sendiri berada di peringkat 2 di pulau dan peringkat 18 secara nasional. Dibandingkan provinsi lain seperti Aceh (6193,94 Rp miliar, peringkat14 nasional), nilai Bali masih lebih rendah, namun lebih tinggi dibandingkan Jambi (5068,5 Rp miliar, peringkat15) dan Kepulauan Riau (4664,22 Rp miliar, peringkat16).
Provinsi Aceh
Provinsi Aceh berada di peringkat 14 secara nasional dan peringkat 6 di Pulau Sumatera untuk PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor pada Kuartal II 2025, dengan nilai sebesar 6193,94 Rp miliar. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 17,4 Rp miliar atau pertumbuhan 0,28% dibandingkan Kuartal I 2025. Rata-rata tiga kuartal terakhir di Aceh sebesar 6208,5 Rp miliar, sehingga nilai Kuartal II 2025 berada sedikit di bawah rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera seperti Jambi dan Kepulauan Riau, nilai Aceh jauh lebih tinggi, menunjukkan dominasi sektor perdagangan di wilayah ini dibandingkan kedua provinsi tersebut. Meskipun pertumbuhannya rendah dibandingkan provinsi lain, posisi Aceh sebagai peringkat teratas di antara provinsi perbandingan menunjukkan bahwa sektor perdagangan di Aceh masih memiliki skala yang lebih besar, didukung oleh infrastruktur perdagangan yang sudah mapan dan akses pasar yang luas.
Provinsi Jambi
Provinsi Jambi mencatat nilai PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 5068,5 Rp miliar pada Kuartal II 2025, berada di peringkat 15 secara nasional dan peringkat7 di Pulau Sumatera. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 496,34 Rp miliar atau pertumbuhan 10,86% dibandingkan Kuartal I 2025, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara provinsi perbandingan. Rata-rata tiga kuartal terakhir di Jambi sebesar 4924,4 Rp miliar, sehingga nilai Kuartal II 2025 berada di atas rata-rata, menunjukkan perkembangan positif dalam sektor perdagangan ini. Dibandingkan Kepulauan Riau yang berada di pulau yang sama, nilai Jambi lebih tinggi sebesar 404,28 Rp miliar, dan pertumbuhannya juga jauh lebih tinggi dibandingkan Aceh yang hanya mengalami pertumbuhan 0,28%. Pertumbuhan yang tinggi ini kemungkinan didukung oleh peningkatan aktivitas perdagangan komoditas pertanian yang menjadi andalan Jambi, serta peningkatan akses transportasi yang mempermudah distribusi barang.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Kutai Barat Menurut Sektor pada 2024)
Provinsi Kepulauan Riau
Provinsi Kepulauan Riau memiliki nilai PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 4664,22 Rp miliar pada Kuartal II 2025, berada di peringkat16 secara nasional dan peringkat8 di Pulau Sumatera. Nilai ini meningkat sebesar 158,67 Rp miliar atau pertumbuhan 3,52% dibandingkan Kuartal I 2025. Rata-rata tiga kuartal terakhir di Kepulauan Riau sebesar 4579,07 Rp miliar, sehingga nilai Kuartal II 2025 berada sedikit di atas rata-rata. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera, nilai Kepulauan Riau lebih rendah dibandingkan Aceh dan Jambi, namun masih lebih tinggi dibandingkan provinsi di Nusa Tenggara dan Bali seperti NTB (4127,02 Rp miliar) dan Kalimantan seperti Kalimantan Selatan (4065,42 Rp miliar) serta Kalimantan Tengah (3830,67 Rp miliar). Pertumbuhan yang stabil menunjukkan bahwa sektor perdagangan di Kepulauan Riau terus berkembang meskipun dengan laju yang lebih rendah dibandingkan Jambi, didukung oleh aktivitas perdagangan di wilayah kepulauan yang memiliki akses ke internasional.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berada di peringkat18 secara nasional dan peringkat2 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor pada Kuartal II 2025, dengan nilai sebesar4127,02 Rp miliar. Nilai ini meningkat sebesar233,02 Rp miliar atau pertumbuhan5,98% dibandingkan Kuartal I 2025. Rata-rata tiga kuartal terakhir di NTB sebesar4070,84 Rp miliar, sehingga nilai Kuartal II 2025 berada di atas rata-rata. Dibandingkan Bali yang berada di pulau yang sama, nilai NTB lebih rendah sebesar165,23 Rp miliar, dan peringkatnya juga berada di bawah Bali. Namun, dibandingkan provinsi di Kalimantan seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, nilai NTB lebih tinggi, menunjukkan bahwa sektor perdagangan di NTB memiliki skala yang lebih besar dibandingkan kedua provinsi Kalimantan tersebut. Pertumbuhan yang cukup tinggi ini didukung oleh peningkatan kunjungan wisata yang mendorong aktivitas perdagangan barang konsumsi di wilayah ini.
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Selatan memiliki nilai PDRB ADHK Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar4065,42 Rp miliar pada Kuartal II 2025, berada di peringkat19 secara nasional dan peringkat3 di Pulau Kalimantan. Nilai ini meningkat sebesar263,9 Rp miliar atau pertumbuhan6,94% dibandingkan Kuartal I 2025. Rata-rata tiga kuartal terakhir di Kalimantan Selatan sebesar3940,5 Rp miliar, sehingga nilai Kuartal II 2025 berada di atas rata-rata. Dibandingkan Kalimantan Tengah yang berada di pulau yang sama, nilai Kalimantan Selatan lebih tinggi sebesar234,75 Rp miliar, dan pertumbuhannya juga lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah yang hanya mengalami pertumbuhan2,29%. Dibandingkan provinsi di Nusa Tenggara dan Bali seperti NTB, nilai Kalimantan Selatan sedikit lebih rendah, namun pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan NTB sebesar5,98%. Pertumbuhan ini didukung oleh aktivitas perdagangan komoditas tambang dan pertanian yang menjadi andalan wilayah Kalimantan Selatan.