Katadata Insight Center (KIC) merilis laporan Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Laporan KIMCI ini berisi hasil riset tentang kondisi, perilaku, dan persepsi kelas menengah, yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi dan kebijakan untuk memperkuat daya tahan, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
KIC menemukan, saat ini ada 46% kelas menengah Indonesia yang memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama.
Dari kelompok yang kerja sampingan, mayoritasnya atau 53,1% melakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Dengan impitan yang ada, mengandalkan satu sumber pendapatan tidak lagi dianggap cukup, sehingga pekerjaan sampingan kini menjadi mekanisme pertahanan wajib untuk menambal celah finansial," kata KIC dalam laporannya.
"Side hustle yang dilakukan kelas menengah berfungsi sebagai 'penyangga' ekonomi ketika sumber pendapatan utama dirasa belum cukup stabil," lanjutnya.
Ada juga kelas menengah yang bekerja sampingan untuk mengembangkan diri, seperti membangun jaringan, mengasah minat dan bakat, hingga mempersiapkan transisi menuju wirausaha, tapi proporsinya lebih sedikit.
Berikut rincian alasan kelas menengah Indonesia melakukan pekerjaan sampingan, menurut survei KIC:
- Meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup: 53,1% responden
- Meningkatkan tabungan: 41,5%
- Mengembangkan minat dan bakat: 35,4%
- Mencapai tujuan finansial: 33,3%
- Membangun jaringan atau relasi bisnis: 30%
- Mengisi waktu luang: 29,6%
- Mempersiapkan diri untuk wirausaha: 28,1%
- Mengurangi ketergantungan pada pekerjaan utama: 27,4%
- Mengurangi stres: 14%
- Membayar utang dengan pendapatan tambahan tersebut: 10,8%
- Lainnya: 1,1%
KIC melakukan survei ini pada kuartal IV 2025-kuartal I 2026 terhadap 1.000 responden kelas menengah, lalu dikerucutkan menjadi 463 responden yang memiliki pekerjaan sampingan.
Responden berusia antara 18-60 tahun dengan kisaran pengeluaran Rp2 juta sampai Rp10 juta per kapita per bulan, mengacu pada definisi kelas menengah dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Laporan lengkap Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) dari KIC dapat diunduh di tautan ini.
(Baca: Distribusi Kelas Miskin, Menengah, hingga Atas Penduduk RI 2019-2025)