Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Semarang pada Desember 2025, berkurang 0,1 persen menjadi 3,63 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus bergerak naik dengan laju peningkatan lebih tinggi dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku 2025)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Besarnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dalam lima semester terakhir, pernah berada di titik tertinggi pada 2021 sebesar 5,02% dan terendah pernah tercatat pada 2018 silam sebesar 2,25%.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Bandar Lampung Juli 2026 0,8%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 290 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Semarang mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 645,29 ribu pekerja dan di tahun 2025 naik menjadi 691,28 ribu pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Semarang dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 619,15 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 654,41 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 670,52 ribu pekerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Semarang tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,61 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,78 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Tengah pada 2025 yakni :
- Kabupaten Brebes 8,09 persen
- Kabupaten Tegal 7,61 persen
- Kabupaten Cilacap 7,4 persen
- Kabupaten Pemalang 6,61 persen
- Kabupaten Banyumas 6,26 persen
- Kota Tegal 5,82 persen
- Kota Semarang 5,65 persen
- Kabupaten Banjarnegara 5,39 persen
- Kabupaten Batang 5,07 persen
- Kabupaten Kebumen 4,95 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Wonogiri 2,16 persen
- Kabupaten Temanggung 2,31 persen
- Kabupaten Rembang 2,9 persen
- Kabupaten Boyolali 2,97 persen
- Kabupaten Grobogan 3,12 persen
- Kabupaten Pekalongan 3,24 persen
- Kabupaten Kudus 3,24 persen
- Kabupaten Karanganyar 3,26 persen
- Kabupaten Jepara 3,3 persen
- Kabupaten Sragen 3,49 persen