Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Gunung Sitoli Sumatera Utara tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 13,85 persen, turun sebesar 0,87 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan angka kemiskinan wilayah ini tercatat minus 5,91 persen, dengan peringkat 99 secara nasional dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Bandar Lampung Juli 2026 0,8%, Perawatan Pribadi Dan Jasa Lainnya Jadi Pendorong)
Sepanjang periode 2010 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Gunung Sitoli tercatat tertinggi pada tahun 2010 dengan angka 33,86 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan kemiskinan turun terbesar tercatat pada tahun 2018 sebesar minus 14,87 persen, sedangkan pertumbuhan naik tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 1,11 persen.
Selama 15 tahun terakhir, peringkat nasional persentase kemiskinan wilayah ini mengalami pergeseran. Pada tahun 2010 berada di urutan 31 nasional, kemudian secara bertahap posisi bergeser sampai menempati urutan 99 nasional pada tahun 2025. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 14,45 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 15,12 persen.
Berikut data perbandingan kabupaten kota dengan angka kemiskinan berdekatan di Provinsi Sumatera Utara:
Kabupaten Nias Selatan
Berada di peringkat 71 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 16,16 persen. Terdapat 54.290 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, dengan total penduduk 335.922 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 428,86 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 24,24 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan wilayah ini turun sedikit sebesar 0,98 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Nias Utara
Peringkat 48 secara nasional untuk persentase kemiskinan, mencatatkan angka 20,79 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 29.650 jiwa dari total penduduk 142.623 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini 551,43 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 31,77 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sebesar 3,3 persen pada periode terakhir.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di DI Yogyakarta | 2024)
Kabupaten Nias
Menempati urutan 91 nasional, hanya terpaut 2 peringkat di atas Kota Gunung Sitoli. Persentase kemiskinan tercatat 14,51 persen, dengan 21.230 jiwa penduduk miskin dari total 146.316 jiwa penduduk. Garis kemiskinan sebesar 541,02 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 35,99 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sebesar 2,55 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Samosir
Peringkat 182 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka 10,79 persen. Terdapat 13.800 jiwa penduduk miskin dari total 127.884 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan 473,94 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 44,95 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sebesar 7,22 persen, menjadi penurunan terbesar dibanding seluruh wilayah perbandingan.
Kota Tanjung Balai
Berada di urutan 187 nasional untuk persentase kemiskinan, mencatatkan angka 10,67 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 20.020 jiwa dari total 187.589 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini 619,56 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi yang tertinggi dari seluruh wilayah perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 69,88 juta rupiah per tahun, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 10,86 persen.
Kabupaten Tapanuli Tengah
Menempati peringkat 171 nasional, dengan persentase kemiskinan 11,03 persen. Terdapat 46.790 jiwa penduduk miskin dari total 424.031 jiwa penduduk, menjadikannya wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan sebesar 546,22 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tercatat 36,14 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sebesar 6,53 persen pada periode terakhir.