Jumlah pekerja di Kabupaten Kolaka Utara dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 86.954 pekerja, pada 2023 kemudian mengalami penurunan menjadi 77.615 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 86.988 pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Malang 5,13%)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, BPS merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kolaka Utara mencapai 1,64% pada 2024. Angka ini berkurang 0,6% dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 2,24%. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2022, angkanya turun 1,22%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Tanah Bumbu 6,37%)
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Kolaka Utara dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2022 tercatat 89.511 pekerja, pada 2023 kemudian mengalami penurunan menjadi 79.393 pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 88.437 pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 480 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kolaka Utara tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 3,97 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,99 persen.