Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Timur pada Desember 2024, berkurang 0,29% menjadi 6,95% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 8,39%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kota Bima pada 2024)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Madiun)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Timur menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Sementara untuk kondisi lima semester pasca pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kota Jakarta Timur.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 51 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kota Jakarta Timur dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2022 tercatat 1,39 juta pekerja, pada 2023 kemudian meningkat menjadi 1,55 juta pekerja dan untuk 2024 tercatat sebanyak 1,55 juta pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Jakarta Timur mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 1,27 juta pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 1,44 juta pekerja pada tahun 2024.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Timur tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,49 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,15 persen.
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi DKI Jakarta pada 2024 yakni :
- Kabupaten Kepulauan Seribu 7,93%
- Kota Jakarta Timur 6,95%
- Kota Jakarta Pusat 6,24%
- Kota Jakarta Utara 6,18%
- Kota Jakarta Barat 6,18%
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kota Jakarta Selatan 5,22%
- Kota Jakarta Barat 6,18%
- Kota Jakarta Utara 6,18%
- Kota Jakarta Pusat 6,24%
- Kota Jakarta Timur 6,95%