Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Muara Enim mencapai 4,13 persen pada 2025. Angka ini bertambah 0,04 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat 4,09 persen. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2023, angkanya naik 0,21 persen .
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Muara Enim menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Kemudian setelah pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Muara Enim.
(Baca: Jumlah Perceraian Jawa Barat 33,26 Ribu Kasus Data per 2024)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 231 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Muara Enim mengalami trend penurunan dalam 17 tahun terakhir. Namun sebaliknya, kondisi pasca covid dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 339,06 ribu pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 6.569 pekerja menjadi 335,71 ribu pekerja pada tahun 2025.
(Baca: Statistik Nilai PDRB ADHB Konstruksi Periode 2013-2026)
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Muara Enim dalam tiga tahun terakhir menurun. Secara historis, tahun 2023 tercatat 325,76 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 328,29 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 323,46 ribu pekerja.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Muara Enim tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,42 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,89 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Sumatera Selatan pada 2025 yakni :
- Kota Palembang 6,81 persen
- Kota Lubuk Linggau 5,03 persen
- Kabupaten Musi Rawas Utara 4,78 persen
- Kota Prabumulih 4,72 persen
- Kabupaten Muara Enim 4,13 persen
- Kabupaten Ogan Komering Ulu 3,85 persen
- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir 3,69 persen
- Kabupaten Ogan Komering Ilir 3,12 persen
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 3,1 persen
- Kabupaten Ogan Ilir 2,93 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Musi Rawas 1,74 persen
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan 1,92 persen
- Kabupaten Musi Banyuasin 2,04 persen
- Kota Pagar Alam 2,19 persen
- Kabupaten Banyuasin 2,68 persen
- Kabupaten Empat Lawang 2,68 persen
- Kabupaten Lahat 2,84 persen
- Kabupaten Ogan Ilir 2,93 persen
- Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 3,1 persen
- Kabupaten Ogan Komering Ilir 3,12 persen