Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Poliklinik Desa (Polindes) di Provinsi Sulawesi Tengah pada akhir tahun 2025 berjumlah 297 unit. Selama periode pencatatan sejak 1996, data historis menunjukkan tren jangka panjang jumlah polindes di wilayah ini mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan tahunan sebesar 1,14 persen. Sepanjang 13 periode tahun yang dicatat, tercatat 6 kali periode kenaikan dan 6 kali periode penurunan jumlah fasilitas kesehatan desa ini, tanpa ada periode stagnan sama sekali.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Naik Menuju Level 277,2 Pound (Rabu, 24 Juni 2026))
Pada tahun 2025, jumlah polindes mengalami kenaikan sedikit sebesar 3,48 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan sebanyak 10 unit. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir menunjukkan peningkatan sebesar 13,19 persen, angka ini berbalik arah secara signifikan dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang justru mencatat penurunan sebesar 5,88 persen. Hal ini menunjukkan pemulihan jumlah fasilitas kesehatan desa mulai terjadi dalam tiga tahun belakangan setelah periode penurunan pada 5 tahun awal.
Kenaikan tertinggi jumlah polindes di Sulawesi Tengah terjadi pada tahun 2000 dengan lonjakan 215,25 persen atau penambahan 734 unit dari tahun sebelumnya, menjadikan tahun 2000 sebagai periode dengan jumlah polindes terbanyak sepanjang sejarah yaitu 1075 unit. Sementara itu jumlah polindes terendah tercatat pada tahun 2020 dengan hanya 209 unit, tahun tersebut juga menjadi periode penurunan terburuk dengan penurunan sebesar 56,04 persen dari tahun sebelumnya. Sepanjang 10 tahun terakhir, posisi ranking Sulawesi Tengah di wilayah Pulau Sulawesi tetap konsisten berada di urutan kedua.
Untuk tahun 2025, Sulawesi Tengah menempati peringkat ke-12 secara nasional, dan tetap berada di urutan kedua di wilayah Pulau Sulawesi. Satu-satunya provinsi di Pulau Sulawesi yang memiliki jumlah polindes lebih banyak dari Sulawesi Tengah pada tahun 2025 adalah Sulawesi Tenggara dengan jumlah 321 unit, yang meskipun mengalami penurunan sebesar 17,69 persen pada tahun terakhir, masih menempati peringkat pertama di Pulau Sulawesi dan urutan ke-9 secara nasional.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati posisi pertama jumlah Poliklinik Desa di seluruh wilayah Pulau Sulawesi pada tahun terakhir dengan total 321 unit. Meskipun menempati urutan teratas, provinsi ini justru mencatat penurunan sebesar 17,69 persen pada periode tahun terakhir, dengan pengurangan sebanyak 69 unit polindes dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Sulawesi Tenggara berada di peringkat 9 dari seluruh provinsi di Indonesia, menjadikannya satu-satunya wilayah di Pulau Sulawesi yang masuk 10 besar nasional untuk indikator jumlah fasilitas kesehatan desa ini.
Sumatera Utara
Sumatera Utara tercatat memiliki 303 unit Poliklinik Desa pada tahun terakhir, menempati peringkat ke-10 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 22,31 persen pada periode tahun berjalan, dengan pengurangan sebanyak 87 unit polindes. Angka penurunan ini merupakan yang terbesar dibandingkan seluruh provinsi pada daftar perbandingan, meskipun total jumlah polindes yang dimiliki masih berada di atas rata-rata nasional dan hanya terpaut sedikit dibawah jumlah yang dimiliki Sulawesi Tenggara.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$16.825 /Ton (Rabu, 24 Juni 2026))
Jambi
Jambi mencatat jumlah Poliklinik Desa sebanyak 303 unit pada tahun terakhir, menempati peringkat yang sama dengan Sumatera Utara yaitu urutan ke-10 secara nasional. Berbeda dengan dua provinsi sebelumnya, Jambi justru mencatat pertumbuhan positif sebesar 16,54 persen pada periode tahun terakhir, dengan penambahan sebanyak 43 unit polindes. Angka pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah yang tercatat pada data perbandingan untuk periode tahun terakhir.
Riau
Riau memiliki 295 unit Poliklinik Desa pada tahun terakhir, menempati peringkat ke-13 secara nasional. Provinsi ini mencatat penurunan sedikit sebesar 5,14 persen, dengan pengurangan sebanyak 16 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah polindes di Riau hanya terpaut 2 unit dibawah jumlah yang dimiliki Sulawesi Tengah pada tahun 2025, menjadikan kedua wilayah ini memiliki posisi yang sangat berdekatan baik dari sisi jumlah fasilitas maupun peringkat nasional.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan tercatat memiliki 290 unit Poliklinik Desa pada tahun terakhir, menempati peringkat ke-14 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 3,65 persen pada periode tahun berjalan, dengan pengurangan sebanyak 11 unit polindes. Secara peringkat, Kalimantan Selatan berada tepat satu tingkat dibawah Sulawesi Tengah secara nasional, dengan selisih jumlah polindes sebanyak 7 unit saja dibandingkan angka yang dicatat Sulawesi Tengah pada tahun 2025.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur memiliki 181 unit Poliklinik Desa pada tahun terakhir, menempati peringkat ke-15 secara nasional. Provinsi ini mencatat penurunan sebesar 5,24 persen pada periode tahun terakhir, dengan pengurangan sebanyak 10 unit polindes. Jumlah ini menjadi yang terendah diantara seluruh wilayah pada daftar perbandingan, terpaut lebih dari 100 unit dibawah jumlah polindes yang dimiliki Sulawesi Tengah pada tahun yang sama.