Jumlah pekerja di Kabupaten Seram Bagian Barat dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 96.485 pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 109,51 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 113,49 ribu pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: 6,9% Penduduk di Kabupaten Barito Selatan Beragama Katolik)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Seram Bagian Barat pada Desember 2024, berkurang 0,21% menjadi 4,52% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat turun dari sebelumnya yang mencapai 5,45%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Seram Bagian Barat dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 101,28 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 114,7 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 119,06 ribu pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 195 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Seram Bagian Barat tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 5,62 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,66 persen.
Data Kependudukan di Kabupaten Seram Bagian Barat:
Jumlah penduduk di Kabupaten Seram Bagian Barat tercatat 216,09 ribu jiwa data per 2024. Angka ini dalam 17 tahun berturut-turut tercatat naik. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 4,72%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 0,25%.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Halmahera Tengah 31.393 dan Angka Pengangguran 3,43%)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Maluku, jumlah penduduk Kabupaten Seram Bagian Barat masuk dalam urutan lima besar, sementara per pulau, Kabupaten Seram Bagian Barat berada di urutan lima besar.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Seram Bagian Barat pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 12,19 ribu jiwa (5,64%)
- Umur 5-9 tahun 22,73 ribu jiwa (10,52%)
- Umur 10-14 tahun 23,6 ribu jiwa (10,92%)
- Umur 15-19 tahun 24,27 ribu jiwa (11,23%)
- Umur 20-24 tahun 22,88 ribu jiwa (10,59%)
- Umur 25-29 tahun 18,09 ribu jiwa (8,37%)
- Umur 30-34 tahun 14,46 ribu jiwa (6,69%)
- Umur 35-39 tahun 14,95 ribu jiwa (6,92%)
- Umur 40-44 tahun 14,61 ribu jiwa (6,76%)
- Umur 45-49 tahun 12,11 ribu jiwa (5,6%)
- Umur 50-54 tahun 10,02 ribu jiwa (4,64%)
- Umur 55-59 tahun 8,31 ribu jiwa (3,85%)
- Umur 60-64 tahun 6,71 ribu jiwa (3,11%)
- Umur 65-69 tahun 4,63 ribu jiwa (2,14%)
- Umur 70-74 tahun 2,88 ribu jiwa (1,33%)
- Umur lebih dari 75 tahun 3,65 ribu jiwa (1,69%)