Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Metro pada Desember 2024, bertambah 0,11% menjadi 3,71% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Pesisir Selatan 276,14 Ribu dan Angka Pengangguran 5,06%)
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kota Jakarta Timur)
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Metro menunjukkan tren pengurangan dari sisi jumlah. Adapun setelah lima semester pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kota Metro.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 270 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Metro mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 90.899 pekerja dan di tahun 2025 naik menjadi 94.589 pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kota Metro mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kondisi yang berbeda terlihat usai covid dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 87.629 pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 91.564 pekerja pada tahun 2025.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Metro tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,88 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,86 persen.
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Lampung pada 2024 yakni :
- Kota Bandar Lampung 7,44%
- Kabupaten Lampung Utara 5,85%
- Kabupaten Lampung Selatan 4,84%
- Kabupaten Pringsewu 4,39%
- Kabupaten Pesawaran 4,36%
- Kabupaten Tulang Bawang Barat 4,12%
- Kota Metro 3,71%
- Kabupaten Lampung Tengah 3,33%
- Kabupaten Way Kanan 3,27%
- Kabupaten Tulang Bawang 3,23%
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2024 yakni :
- Kabupaten Lampung Barat 2,09%
- Kabupaten Mesuji 2,85%
- Kabupaten Lampung Timur 3,02%
- Kabupaten Pesisir Barat 3,04%
- Kabupaten Tanggamus 3,19%
- Kabupaten Tulang Bawang 3,23%
- Kabupaten Way Kanan 3,27%
- Kabupaten Lampung Tengah 3,33%
- Kota Metro 3,71%
- Kabupaten Tulang Bawang Barat 4,12%