Jumlah pekerja di Kabupaten Lombok Timur dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 689,25 ribu pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 775,96 ribu pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 796,83 ribu pekerja.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Utara | 2004 - 2025)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Lombok Timur pada Desember 2025, bertambah 0,29 persen menjadi 2,82 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Lombok Timur mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 706,68 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 16.425 pekerja menjadi 812,51 ribu pekerja pada tahun 2025.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 391 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Lombok Timur tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 4,93 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,2 persen .
Data Kependudukan di Kabupaten Lombok Timur:
Jumlah penduduk di Kabupaten Lombok Timur tercatat 1,43 juta jiwa data per 2024. Angka ini dalam 40 tahun berurutan terus naik. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) wilayah ini tercatat lebih tinggi. Adapun pertumbuhan lima tahun terakhir, tercatat diangka 3,53%.
(Baca: Kep. Bangka Belitung Catatkan Garis Kemiskinan di Perdesaan Tertinggi)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Nusa Tenggara Barat, kabupaten/kota ini merupakan yang tertinggi baik dilingkup antar kabupaten/kota lain di provinsi ini, maupun di pulau Nusa Tenggara dan Bali sedangkan menurut pulau, kabupaten/kota ini berada di urutan satu.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kabupaten Lombok Timur pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 106,88 ribu jiwa (7,49%)
- Umur 5-9 tahun 141,73 ribu jiwa (9,93%)
- Umur 10-14 tahun 137,23 ribu jiwa (9,61%)
- Umur 15-19 tahun 91,05 ribu jiwa (6,38%)
- Umur 20-24 tahun 114,8 ribu jiwa (8,04%)
- Umur 25-29 tahun 102,2 ribu jiwa (7,16%)
- Umur 30-34 tahun 109,2 ribu jiwa (7,65%)
- Umur 35-39 tahun 119,6 ribu jiwa (8,38%)
- Umur 40-44 tahun 120,89 ribu jiwa (8,47%)
- Umur 45-49 tahun 103,78 ribu jiwa (7,27%)
- Umur 50-54 tahun 83,66 ribu jiwa (5,86%)
- Umur 55-59 tahun 63,78 ribu jiwa (4,47%)
- Umur 60-64 tahun 48,31 ribu jiwa (3,38%)
- Umur 65-69 tahun 33,86 ribu jiwa (2,37%)
- Umur 70-74 tahun 23,88 ribu jiwa (1,67%)
- Umur lebih dari 75 tahun 27 ribu jiwa (1,89%)