Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2025 sebesar 7,47 persen. Nilai ini turun 0,74 poin dari tahun sebelumnya sebesar 8,21 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 9,01 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 23.290 jiwa, berkurang sebanyak 2.220 jiwa dari periode tahun sebelumnya.
Data historis periode 2004 sampai 2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi tercatat pada tahun 2006 sebesar 22,36 persen. Nilai terendah dalam seluruh periode tercatat pada tahun 2025. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 29,46 persen, sedangkan pertumbuhan kenaikan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 13,78 persen.
(Baca: Pengeluaran Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Kabupaten Sorong Bulan Juni Naik 0,32%)
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Tapanuli Utara secara nasional berada di urutan 307 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu 21 tahun terakhir, peringkat wilayah ini terus bergeser turun, dimana pada tahun 2004 masih berada di urutan 171 secara nasional. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 8,07 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,57 persen.
Dari seluruh kabupaten tetangga dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan di Sumatera Utara, hanya Kabupaten Padang Lawas Utara yang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan lebih besar dibanding Kabupaten Tapanuli Utara. Seluruh wilayah pada kelompok ini juga mencatatkan penurunan angka kemiskinan pada periode tahun 2025.
Kabupaten Humbang Hasundutan
Berada pada peringkat 294 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,8 persen dengan penurunan pertumbuhan sebesar 7,58 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.620 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 503,77 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,16 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Labuhan Batu
Peringkat 309 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,37 persen dengan penurunan sebesar 5,99 persen. Terdapat 40.490 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 575,41 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat tercatat 104,03 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kampar | 2004 - 2025)
Kabupaten Mandailing Natal
Pada peringkat 291 secara nasional, persentase kemiskinan mencapai 7,91 persen dengan penurunan pertumbuhan sebesar 8,98 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebanyak 37.160 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 537,24 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 42,93 juta rupiah per tahun.
Kota Medan
Menempati peringkat 315 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,25 persen dengan penurunan sebesar 8,69 persen. Terdapat 171.600 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 721,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 141,41 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Padang Lawas Utara
Berada di peringkat 286 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,04 persen dengan penurunan sebesar 10,37 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebanyak 24.800 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 519,41 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai 68,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Padang Lawas
Menempati peringkat 311 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,32 persen dengan penurunan sebesar 6,99 persen. Terdapat 23.690 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan berada di angka 499,76 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,95 juta rupiah per tahun.