Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Sarmi untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2024 mencapai 55683 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 163,6 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 21124 Rupiah per kapita per bulan. Kenaikan ini merupakan peningkatan terbesar yang pernah tercatat sepanjang periode data tahun 2018 hingga 2024 untuk wilayah tersebut.
(Baca: 1% Penduduk di Kabupaten Toba Samosir Beraliran Kepercayaan)
Sepanjang tujuh tahun periode pencatatan, pengeluaran kecantikan masyarakat Kabupaten Sarmi mengalami pergerakan naik turun secara signifikan. Pada tahun 2018 tercatat 26959 Rupiah, kemudian turun menjadi 17047 Rupiah pada tahun 2019, naik menjadi 29317 Rupiah pada tahun 2020, sedikit turun menjadi 27967 Rupiah pada tahun 2021, turun kembali menjadi 16285 Rupiah pada tahun 2022, lalu naik menjadi 21124 Rupiah pada tahun 2023 sebelum melonjak sangat tinggi pada tahun 2024.
Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 tersebut menyumbang sekitar 3,48 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Sarmi untuk seluruh aneka barang dan jasa. Jika dibandingkan dengan pos pengeluaran lain, nilai pengeluaran kecantikan setara dengan 54,17 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi, 33,88 persen dari pengeluaran perawatan, serta 33,87 persen dari pengeluaran untuk rokok dan tembakau per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Papua, Kabupaten Sarmi menempati urutan kedua tertinggi untuk pengeluaran kecantikan per kapita tahun 2024. Hanya Kabupaten Jayapura yang mencatat nilai lebih tinggi dengan angka 63208 Rupiah per kapita per bulan, sementara Kabupaten Sarmi berada di atas Kota Jayapura yang mencatat 51271 Rupiah. Dari seluruh 9 kabupaten dan kota di provinsi Papua, hanya tiga wilayah teratas yang mencatat pengeluaran kecantikan di atas 50 ribu Rupiah per kapita setiap bulannya.
Kenaikan 163,6 persen pengeluaran kecantikan Kabupaten Sarmi juga menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah provinsi Papua pada tahun 2024. Di urutan teratas Kabupaten Jayapura hanya mencatat pertumbuhan 53,4 persen, sementara Kota Jayapura justru mencatat penurunan sebesar 29,4 persen untuk pos pengeluaran yang sama. Peringkat Kabupaten Sarmi untuk kategori ini naik satu tingkat dari tahun sebelumnya yang menempati urutan ketiga se-provinsi.
Kabupaten Jayapura
(Baca: Statistik Produksi Kentang Periode 2013-2024)
Kabupaten Jayapura konsisten menempati urutan pertama se-provinsi Papua untuk total pengeluaran per kapita bulanan makanan dan bukan makanan, dengan nilai total mencapai 2156485 Rupiah pada tahun 2024. Meskipun mencatat penurunan sebesar 11,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, wilayah ini masih berada 35 persen lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Sarmi yang menempati urutan keempat dengan nilai total pengeluaran 1601668 Rupiah per kapita per bulan. Untuk pos pengeluaran makanan saja, Kabupaten Jayapura juga masih tercatat sebagai yang tertinggi dengan nilai 1122789 Rupiah setiap bulannya per kapita.
Kota Jayapura
Kota Jayapura menempati urutan pertama se-provinsi Papua untuk kategori pengeluaran bukan makanan per kapita bulanan, dengan nilai mencapai 1302723 Rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 12,1 persen untuk pos pengeluaran bukan makanan dibandingkan tahun sebelumnya, namun nilai tersebut masih 74 persen lebih besar dibandingkan nilai pengeluaran bukan makanan Kabupaten Sarmi yang hanya 745927 Rupiah. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kota Jayapura masih menjadi yang tertinggi meskipun juga mengalami penurunan sebesar 12,9 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Keerom
Kabupaten Keerom mencatat pertumbuhan positif yang sangat signifikan untuk hampir seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan 32,2 persen untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta kenaikan 31,9 persen untuk pengeluaran makanan per kapita setiap bulannya. Dengan nilai total pengeluaran mencapai 1641509 Rupiah, Kabupaten Keerom berhasil menempati urutan ketiga se-provinsi Papua, melampaui Kabupaten Sarmi yang sebelumnya berada di atas wilayah ini pada tahun sebelumnya.
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Biak Numfor menempati urutan ketiga se-provinsi Papua untuk kategori pengeluaran bukan makanan dengan nilai 786735 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 13,1 persen untuk pos pengeluaran bukan makanan, serta kenaikan 16,9 persen untuk total pengeluaran keseluruhan. Untuk pengeluaran kecantikan, Kabupaten Biak Numfor hanya mencatat 25810 Rupiah per kapita setiap bulannya, atau kurang dari setengah nilai pengeluaran kecantikan yang tercatat di Kabupaten Sarmi pada tahun yang sama.