Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kampar, Riau periode semester tahun 2025 sebesar 6,29 persen. Angka ini turun 0,63 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,92 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 9,1 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 58.710 jiwa, berkurang 5.030 jiwa dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Sepanjang catatan 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Kampar tercatat tertinggi pada tahun 2004 sebesar 14,96 persen dan terendah pada tahun 2025 ini. Dalam 5 tahun terakhir, angka kemiskinan bergerak dari 7,82 persen pada 2021, lalu turun bertahap hingga mencapai rekor terendah saat ini. Secara peringkat nasional, wilayah ini berada di urutan 363 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Jambi | 2024)
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Riau dengan angka kemiskinan berdekatan, penurunan persentase kemiskinan Kabupaten Kampar termasuk yang signifikan. Hanya Kabupaten Pelalawan yang mencatatkan penurunan lebih besar yaitu 14,72 persen. Sementara itu Kabupaten Rokan Hilir tercatat menjadi satu-satunya wilayah dalam kelompok ini yang mengalami kenaikan persentase kemiskinan sebesar 2,14 persen.
Kabupaten Bengkalis
Berada di peringkat 377 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,08 persen atau sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Kampar. Garis kemiskinan disini tercatat sebesar 764,54 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 292,06 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun 4,4 persen pada periode terakhir, dengan total penduduk miskin sebanyak 35.110 jiwa.
Kabupaten Indragiri Hilir
Peringkat 429 nasional menjadikan wilayah ini memiliki persentase kemiskinan terendah dalam kelompok perbandingan yaitu sebesar 4,95 persen. Penurunan angka kemiskinan mencapai 12,54 persen pada tahun terakhir, menjadi salah satu penurunan terbesar di Provinsi Riau. Garis kemiskinan tercatat 642,78 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 151,25 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Indragiri Hulu
(Baca: Jawa Timur Catatkan PDRB ADHK Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Tertinggi)
Persentase kemiskinan disini tercatat 5,83 persen dengan peringkat nasional 394, mengalami penurunan sebesar 3,16 persen pada periode terakhir. Tercatat 26.880 jiwa penduduk masuk kategori miskin, angka ini menjadi jumlah terkecil dibandingkan seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan. Garis kemiskinan berada di angka 673,98 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan tahunan per kapita 138,34 juta rupiah.
Kabupaten Kuantan Singingi
Berada di peringkat 326 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 6,99 persen atau sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Kampar. Penurunan angka kemiskinan mencapai 11,41 persen pada tahun terakhir, tercatat ada 22.680 jiwa penduduk miskin disini. Garis kemiskinan tercatat 751,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan sebesar 165,73 juta rupiah.
Kabupaten Pelalawan
Dengan peringkat nasional 316, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 7,24 persen dan penurunan terbesar dalam kelompok yaitu 14,72 persen. Terdapat 43.490 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, garis kemiskinan disini tercatat 741,59 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 201,84 juta rupiah per tahun, mengalami kenaikan 7,81 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Rokan Hilir
Menjadi satu-satunya wilayah dalam kelompok ini yang mengalami kenaikan persentase kemiskinan, yaitu sebesar 2,14 persen dengan angka akhir 7,16 persen dan peringkat nasional 322. Tercatat 55.490 jiwa penduduk miskin, angka ini tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan. Garis kemiskinan berada di 559,70 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan 158,40 juta rupiah.