- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Nigeria tahun 2024 sebesar 185,19 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir yakni 11,75 persen, setelah pada tahun 2023 tercatat pertumbuhan 8,71 persen. Selama tiga tahun terakhir berturut-turut PDB PPP Nigeria selalu mencatatkan kenaikan tanpa pernah kontraksi.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kota Salatiga | 2024)
Dari catatan historis satu dekade, hanya terjadi satu kali perlambatan pertumbuhan berturut pada periode 2018-2020 dimana laju pertumbuhan turun bertahap dari 7,92 persen menjadi 3,85 persen. Selain periode tersebut seluruh tahun menunjukkan kenaikan nilai absolut PDB PPP secara konsisten. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir mencapai 8,12 persen, lebih tinggi 1,9 poin persen dibanding rata-rata lima tahun sebelumnya.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Nigeria terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Kenaikan terendah dalam 10 tahun terakhir tercatat pada tahun 2020 sebesar 3,85 persen, sebagai anomali akibat guncangan global pandemi yang menekan aktivitas ekonomi domestik Nigeria. Sebelumnya tidak pernah tercatat pertumbuhan dibawah 4 persen sepanjang periode 2015 sampai 2019. Anomali ini hanya berlangsung satu tahun, sejak 2021 pertumbuhan kembali kembali diatas 3,9 persen.
Untuk peringkat regional wilayah Afrika, posisi Nigeria pada tahun 2024 tetap berada di peringkat 25, turun satu peringkat dibanding tahun 2022 dan tidak mengalami perubahan dibanding posisi tahun 2023. Penurunan peringkat ini terjadi bukan karena kontraksi ekonomi Nigeria, melainkan adanya peningkatan pertumbuhan PDB PPP yang lebih cepat dari dua negara lain di wilayah Afrika pada periode yang sama.
(Baca: Statistik Jumlah Pekerja di Sektor Konstruksi Kategori Lapangan Pekerjaan Utama di Periode 2015-2025)
Kontraksi yang dimaksud adalah kondisi dimana nilai absolut PDB PPP mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, yang tidak pernah dialami Nigeria sepanjang 10 tahun terakhir. Walaupun peringkat regional turun, nilai absolut ekonomi Nigeria terus meningkat setiap tahun tanpa pernah mengalami penurunan nilai sama sekali sejak 2015.
Berdasarkan proyeksi IMF sampai tahun 2030, PDB PPP Nigeria akan terus mengalami kenaikan dengan laju pertumbuhan rata-rata 9,5 persen per tahun. Proyeksi ini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi jangka menengah, dimana pada tahun 2030 nilai PDB PPP Nigeria diproyeksikan mencapai hampir dua kali lipat nilai yang tercatat pada tahun 2020.
Dibanding negara lain di wilayah Afrika, posisi Nigeria saat ini berada jauh diatas negara dengan nilai PDB PPP terendah yakni Somalia. Sementara negara dengan pertumbuhan PDB PPP tertinggi di wilayah tahun 2024 adalah Zimbabwe, yang mencatatkan lonjakan pertumbuhan diluar normal akibat penyesuaian dasar perhitungan statistik nasional negara tersebut.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |