Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Banjar Baru, pada 2023 mencapai Rp13,33 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 6,81% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp11,79 triliun .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2020 pasca covid tercatat turun 1,83%.
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Kendari Bulan Desember Naik 0,05%)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 270,35 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp49.710 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 231.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor transportasi dan pergudangan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor transportasi dan pergudangan. Pada 2023 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp3,96 jutajuta. PDRB ini tumbuh 17,51%.
Kemudian sektor konstruksi tumbuh 4,22% menjadi Rp1,76 jutajuta kemudian urutan ketiga diikuti oleh PDRB sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 5,42% menjadi Rp1,44 jutajuta.
(Baca: Prakiraan Cuaca Hari Ini di Banjar, Hari Ini Akan Kabut/Asap)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp1,11 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 2,61% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp1,08 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Banjar Baru pada 2023
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Banjar Baru ini adalah sektor transportasi dan pergudangan dengan kontribusi mencapai 22,41%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan,Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.