Menurut publikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), data per 2025, nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai US$14,44 miliar. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 98,54% dari total seluruh provinsi.
Sulawesi Tengah berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jumlah nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebanyak US$5,76 miliar. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 15,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan selisih cukup besar dibandingkan peringkat sebelumnya, Maluku Utara berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di provinsi ini tumbuh 20,97%. Jumlah nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di provinsi ini dilaporkan US$4,64 miliar. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya terlihat naik 20,97% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak US$3,83 miliar.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Indragiri Hilir Menurut Sektor pada 2024)
Berikutnya, nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di Kalimantan Barat naik 233,18% menjadi US$897,25 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di Sulawesi Tenggara naik 538,39% menjadi US$872,61 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Kalimantan Utara dengan nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya US$783,28 juta (naik 164,28%)
(Baca: Nilai PDRB ADHB Jasa Pendidikan Periode 2013-2025)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai investasi PMA sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan jumlah tertinggi:
- Sulawesi Tengah US$5,76 miliar
- Maluku Utara US$4,64 miliar
- Kalimantan Barat US$897,25 juta
- Sulawesi Tenggara US$872,61 juta
- Kalimantan Utara US$783,28 juta
- Kep. Riau US$576,51 juta
- Banten US$373,11 juta
- Jawa Timur US$236,68 juta
- Jawa Barat US$157,23 juta
- Kalimantan Selatan US$137,95 juta