Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di tanah air.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; Pos dan Kurir Periode 2013-2024)
Jawa Barat berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan sebanyak Rp2.919,84 miliar. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 3,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelahnya Banten di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di provinsi ini tumbuh 4,69%. Periode yang sama tahun sebelumnya PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di provinsi ini tercatat Rp2.095,86 miliar.
Selanjutnya, Jawa Timur dengan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan Rp2.118,98 miliar (naik 5,14%), DKI Jakarta dengan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan Rp2.098,49 miliar (naik 3,49%) dan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan di Jawa Tengah naik 6,82% menjadi Rp1.330,52 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Sidoarjo Rp.145,53 Juta)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor ketenagalistrikan jumlah tertinggi:
- Jawa Barat Rp2.919,84 miliar
- Banten Rp2.194,07 miliar
- Jawa Timur Rp2.118,98 miliar
- DKI Jakarta Rp2.098,49 miliar
- Jawa Tengah Rp1.330,52 miliar
- Sumatera Utara Rp646.93 miliar
- Kep. Riau Rp572.48 miliar
- Kalimantan Timur Rp442,7 miliar
- Sulawesi Selatan Rp436.51 miliar
- Sumatera Selatan Rp428.61 miliar