Produksi telur itik/itik manila di Gorontalo tercatat -26,6% menjadi 277 ton data per 2025. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada 2005 sebesar 169.74%. Adapun dalam enam tahun terakhir, produksi telur itik/itik manila tercatat dengan rata-rata pertumbuhan turun 8,57%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2025)
Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menghimpun data produksi telur itik/itik manila di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin menghasilkan produksi telur itik/itik manila di tanah air.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, DI Yogyakarta tercatat dengan produksi telur itik/itik manila terbanyak, yaitu 2.805,23 ton. produksi telur itik/itik manila di DI Yogyakarta saat ini setara dengan 15,82% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Sorong 2018 - 2024)
Berikutnya adalah Sulawesi Tenggara yang mencatatkan produksi telur itik/itik manila 2.239,97 ton lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini naik 4,92% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Riau dengan produksi telur itik/itik manila 1.601,69 ton (naik 2,9%), produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Tengah turun 3,83% menjadi 1.467,13 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan produksi telur itik/itik manila di Sulawesi Tengah naik 5,64% menjadi 1441.8 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2025:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton