Data per 2025, pertumbuhan produksi telur itik/itik manila di DI Yogyakarta tercatat -2,39% menjadi 2.805,23 ton. Sebelumnya, DI Yogyakarta pernah mencatatkan rekor pertumbuhan pada 2002 dengan angka produksi telur itik/itik manila mencapai 2.805,23 ton. Sedangkan rata-rata dalam enam tahun terakhir yakni sebesar 1,12%.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2025)
Berdasarkan data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, total produksi telur itik/itik manila seluruh Indonesia pada 2025 mencapai 17,74 ribu ton.
Produksi telur itik/itik manila tersebut naik 1,07% dibandingkan tahun sebelumnya.
DI Yogyakarta mencatatkan produksi telur itik/itik manila tertinggi dengan 2.805,23 ton. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 2,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Produksi Kentang Periode 2013-2024)
Berikutnya adalah Sulawesi Tenggara yang mencatatkan produksi telur itik/itik manila 2.239,97 ton lebih tinggi periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk data tahunan, produksi telur itik/itik manila di provinsi ini naik 4,92% dibandingkan dengan sebelumnya.
Kemudian, Riau dengan produksi telur itik/itik manila 1.601,69 ton (naik 2,9%), Kalimantan Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1.467,13 ton (turun 3,83%) dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan produksi telur itik/itik manila dengan jumlah tertinggi:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton