Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menghimpun data produksi telur itik/itik manila di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin menghasilkan produksi telur itik/itik manila di tanah air.
(Baca: Produksi Kentang Periode 2013-2024)
DI Yogyakarta mencatatkan produksi telur itik/itik manila tertinggi dengan 2.805,23 ton. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 2,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sulawesi Tenggara. Jumlah produksi telur itik/itik manila di provinsi ini dilaporkan 2.239,97 ton. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah produksi telur itik/itik manila terlihat naik 4,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.134,88 ton.
Berikutnya, Riau dengan produksi telur itik/itik manila 1.601,69 ton (naik 2,9%), Kalimantan Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1.467,13 ton (turun 3,83%) dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
(Baca: Produksi Semangka Periode 2013-2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2025:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton