Rata-rata produksi telur itik/itik manila di Indonesia saat ini sebesar 844.54 ton data per 2025. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Haiti 2015 - 2024)
Berdasarkan data Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, DI Yogyakarta tercatat dengan produksi telur itik/itik manila terbanyak, yaitu 2.805,23 ton. Produksi telur itik/itik manila di DI Yogyakarta saat ini setara dengan 15,82% dari total seluruh provinsi.
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sulawesi Tenggara. Jumlah produksi telur itik/itik manila di provinsi ini dilaporkan 2.239,97 ton. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah produksi telur itik/itik manila terlihat naik 4,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.134,88 ton.
Berikutnya, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Kalimantan Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1.467,13 ton (turun 3,83%) dan produksi telur itik/itik manila di Sulawesi Tengah naik 5,64% menjadi 1441.8 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Barbados 2015 - 2024)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila tertinggi pada 2025:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton