Volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di Sulawesi Selatan tercatat -74.19%. Angka ini turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 7,3 juta ton data per Januari 2026. Menurut rekam jejaknya, pertumbuhan tertinggi di provinsi ini sebelumnya pernah terjadi pada Februari 2025 sebesar 33,57%. Adapun dalam enam tahun terakhir, volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam tercatat dengan rata-rata pertumbuhan turun 14.91%
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Provinsi Kep. Bangka Belitung Ekspor 10,64 Juta Ton Pupuk dan Mineral Alam Lainnya)
Rata-rata volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di Indonesia saat ini sebesar 32,19 juta ton data per Januari 2026. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
Maluku Utara berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam sebanyak 94,22 juta ton. Perkembangan data bulanan di wilayah ini turun 11,49% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Provinsi Gorontalo Ekspor 11,05 Juta Ton Kayu dan Gabus)
Setelahnya Sulawesi Tengah di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di provinsi ini tumbuh -3,37%. Periode yang sama bulan sebelumnya volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di provinsi ini tercatat 114,41 juta ton.
Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat dengan volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 3,66 juta ton (turun 93,33%), volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam di Sulawesi Selatan turun 71,42% menjadi 1,85 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya dan Kalimantan Tengah dengan volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 1,37 juta ton (turun 86,35%)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan volume ekspor SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam tertinggi pada Januari 2026:
- Papua 181,53 juta ton
- Maluku Utara 94,22 juta ton
- Sulawesi Tengah 90,69 juta ton
- Nusa Tenggara Barat 3,66 juta ton
- Kep. Bangka Belitung 1,86 juta ton
- Sulawesi Selatan 1,85 juta ton
- Kalimantan Tengah 1,37 juta ton
- Kalimantan Selatan 505 ribu ton
- Sulawesi Tenggara 790 ton
- Gorontalo 280 ton