Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghimpun data nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di tanah air.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Industri Pengolahan di Periode 2015-2024)
Bali berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat jumlah nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran sebanyak US$356,75 juta. Perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 3,01% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelahnya DKI Jakarta di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di provinsi ini tumbuh -6,37%. Jumlah nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di provinsi ini dilaporkan US$177,07 juta. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran terlihat turun 6,37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak US$189,12 juta.
Berikutnya, Nusa Tenggara Barat dengan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran US$123,55 juta (naik 12,62%), nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran di Jawa Barat naik 13,19% menjadi US$90,15 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Banten dengan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran US$43,52 juta (naik 134,42%)
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Jasa Lainnya Periode 2013-2023)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan nilai investasi PMA sektor hotel dan restoran tertinggi pada 2025:
- Bali US$356,75 juta
- DKI Jakarta US$177,07 juta
- Nusa Tenggara Barat US$123,55 juta
- Jawa Barat US$90,15 juta
- Banten US$43,52 juta
- Kep. Riau US$43.075 ribu
- Nusa Tenggara Timur US$27,95 juta
- Jawa Tengah US$18,99 juta
- Jawa Timur US$18,69 juta
- Sulawesi Utara US$13,89 juta