Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong di Kalimantan Barat pada 2025 tercatat 2,57% menjadi 102,62 ribu ekor. Sebelumnya menurut rekam jejak 26 tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Barat pernah terjadi pada 2024 dengan pertumbuhan sebesar 35,61%. Dengan catatan pertumbuhan ini, terlihat bahwa posisi populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong mengalami penurunan dalam enam tahun terakhir
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Volume Ekspor Kopi Teh Coklat Rempah Rempah Provinsi Nusa Tenggara Timur Januari 2026)
Rata-rata populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong di Indonesia saat ini sebesar 396,5 ribu ekor data per 2025. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jawa Timur mencatatkan populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong tertinggi dengan 3,67 juta ekor. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 1,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Perceraian akibat Perselisihan dan Pertengkaran Terus Menerus Periode 2018-2024)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Nusa Tenggara Barat. Periode yang sama tahun sebelumnya populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong di provinsi ini tercatat 1,31 juta ekor.
Selanjutnya, Jawa Tengah dengan populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong 1,29 juta ekor (naik 0,77%), populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong di Lampung naik 3,07% menjadi 905,32 ribu ekor dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong di Sulawesi Selatan naik 2,11% menjadi 838,48 ribu ekor dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
Berikut ini sepuluh provinsi dengan populasi sapi potong jantan yang bisa dipotong tertinggi pada 2025:
- Jawa Timur 3,67 juta ekor
- Nusa Tenggara Barat 1,34 juta ekor
- Jawa Tengah 1,29 juta ekor
- Lampung 905,32 ribu ekor
- Sulawesi Selatan 838,48 ribu ekor
- Sumatera Utara 748,29 ribu ekor
- Nusa Tenggara Timur 622,28 ribu ekor
- Aceh 466,91 ribu ekor
- Sumatera Barat 411,05 ribu ekor
- Bali 399,37 ribu ekor