Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Barat 2025
- A Small
- A Medium
- A Bigger
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pengeluaran per kapita per bulan Jawa Barat tahun 2025 mencapai 1.724.367 Rupiah. Angka ini naik secara konsisten setiap tahun selama 15 tahun terakhir, tanpa pernah mengalami penurunan tahunan satu kali pun. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, pengeluaran total masyarakat naik 5,6 persen, sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat peningkatan sebesar 9,1 persen. Pertumbuhan pengeluaran masyarakat menunjukkan arah yang lebih baik dibandingkan periode tiga dan lima tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sarolangun | 2004 - 2025)
Untuk tahun 2025, pengeluaran per kapita untuk kategori makanan tercatat 832.486 Rupiah, sedangkan untuk kategori bukan makanan mencapai 891.881 Rupiah. Secara persentase, 48,28 persen dari total pengeluaran masyarakat dialokasikan untuk kebutuhan makanan, dan sisanya sebesar 51,72 persen digunakan untuk pengeluaran di luar kebutuhan pangan. Kenaikan tertinggi pengeluaran total masyarakat terjadi pada tahun 2017, sedangkan kenaikan terendah tercatat terjadi pada tahun 2012.
Selama 10 tahun terakhir, tidak ditemukan anomali penurunan pada seluruh kategori pengeluaran, seluruh angka menunjukkan pergerakan naik dengan laju yang fluktuatif. Fluktuatif disini berarti laju kenaikan setiap tahunnya berbeda antara 3 persen hingga 11 persen tanpa pola kenaikan tetap. Ranking pengeluaran masyarakat Jawa Barat di pulau Jawa masih tetap di urutan 4, tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: IHPB Bahan Bangunan Naik 0,19% ke Level 111,64 pada September 2026)
Berdasarkan urutan persentase konsumsi makanan antar provinsi seluruh Indonesia tahun 2025, Jawa Barat berada di urutan 31. Artinya Jawa Barat menjadi provinsi dengan proporsi pengeluaran makanan paling rendah kedua secara nasional. Sebaliknya untuk urutan persentase konsumsi bukan makanan, Jawa Barat menempati urutan 8 nasional, mengalami sedikit perbaikan posisi dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, peringkat nilai absolut pengeluaran makanan Jawa Barat tetap berada di urutan 3 nasional, tidak berubah selama 15 tahun berturut-turut. Sedangkan untuk peringkat nilai pengeluaran bukan makanan, untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir Jawa Barat berhasil naik satu peringkat menjadi urutan 3 nasional, yang sebelumnya selalu bertahan di urutan 4.
"Disclosure: This is an AI-generated translation of the original article. We strive for accuracy, but please note that automated translations may contain errors or slight inconsistencies."
Market Data
| Name | Value | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Sep) | 3,28% | +0.09 | |
| Inflasi mom (Agu) | 0,21% | +0.35 | |
| Economic growth | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.889 | -0.41 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Ekspor Migas (Agu) | 992,20 | +25.98 | |
| Neraca perdagangan (Agu) | 3,55 | +2,814.03 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Agu) | 26,61 | +1.51 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Agu) | 1,60 | +4.89 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |