IHPB Bahan Bangunan Naik 0,41% ke Level 111,43 pada Agustus 2026
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Terakhir diperbarui: 01 September 2026. Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia pada Agustus 2026 berada di level 111,43, naik 0,41% dibanding bulan sebelumnya (month-to-month) dan naik 9,52% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). IHPB Bahan Bangunan menjadi indikator dini pergerakan biaya material konstruksi yang kerap mendahului perubahan harga di sektor properti dan proyek infrastruktur.
(Baca: 7,7% Penduduk di Kota Pagar Alam Masuk Kategori Miskin)
Berdasarkan kelompok bangunan, berikut level IHPB pada Agustus 2026 beserta perubahan tahunannya (year-on-year), diurutkan dari yang tertinggi:
- Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal: 112,47 (10,03% YoY), 0,43% MoM
- Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan: 110,93 (9,46% YoY), 0,31% MoM
- Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi: 109,84 (8,87% YoY), 0,48% MoM
- Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian: 110,77 (8,43% YoY), 0,71% MoM
- Bangunan Lainnya: 108,95 (7,52% YoY), 0,17% MoM
Dari sisi jenis barang (basis 2023=100), material dengan kenaikan harga bulanan tertinggi pada Agustus 2026 adalah:
- 53. Reng kayu: 137,40 (naik 8,11% MoM)
- 5. Aspal: 130,74 (naik 5,18% MoM)
- 41. Minyak pelumas: 128,97 (naik 3,28% MoM)
- 55. Sekrup: 98,67 (naik 2,75% MoM)
- 9. Bak cuci, wastafel, bak mandi, dan perabot saniter lainnya dari besi atau baja: 104,51 (naik 2,27% MoM)
Sebaliknya, jenis barang dengan penurunan harga bulanan terdalam:
- 30. Kayu gelondongan: 103,60 (turun 0,95% MoM)
- 62. Thinner: 147,68 (turun 0,49% MoM)
- 26. Kaca lembaran: 107,67 (turun 0,36% MoM)
- 32. Kerangka/kusen pintu/jendela dari aluminium: 141,17 (turun 0,33% MoM)
- 24. Genteng biasa: 111,24 (turun 0,28% MoM)
Data IHPB dirilis bulanan oleh BPS dan dikutip dari Publikasi Indikator Ekonomi. Seri per jenis barang menggunakan tahun dasar 2023=100 (mulai 2025), sedangkan seri per kelompok bangunan tersedia sebagai deret waktu panjang sejak 2013.
(Baca: 13,01% Penduduk di Kabupaten Rembang Masuk Kategori Miskin)
Catatan metodologi: bagaimana grafik historis ini dibuat.
Angka indeks seperti IHPB selalu bernilai 100 pada tahun dasarnya. Setiap beberapa tahun BPS memperbarui tahun dasar (rebasing) agar bobot komoditas tetap relevan — pada seri IHPB Bahan Bangunan ini terjadi setidaknya tiga kali (sekitar 2013, 2019, dan tahun dasar terbaru 2023=100 yang berlaku sejak Januari 2025). Akibatnya, pada data mentah level indeks tampak "terjun" tiap kali basis berganti — misalnya dari 118,65 pada Desember 2024 (basis 2018=100) menjadi 101,22 pada Januari 2025 (basis 2023=100) — padahal harga riil bahan bangunan tidak benar-benar anjlok. Jika ditampilkan apa adanya, grafik akan memperlihatkan patahan tajam yang menyesatkan.
Untuk itu, grafik menyajikan seri sambungan: setiap potongan seri lama diskalakan dengan satu faktor pengali agar titik akhirnya menyambung mulus ke titik awal seri berikutnya, lalu seluruhnya disetarakan ke tahun dasar terbaru (2023=100). Faktor pengali dihitung dari rasio di titik pergantian; contohnya, seri 2019–2024 dikalikan 101,22/118,65 ? 0,85 sehingga Desember 2023 yang semula 117,80 menjadi ?100,5 — konsisten dengan basis 2023=100. Karena hanya dikalikan konstanta, laju kenaikan/penurunan dari bulan ke bulan di dalam tiap periode tetap persis sama dengan data asli BPS, sehingga tren pergerakan harga terbaca akurat.
Perlu dicatat, penyetaraan ini bersifat perkiraan dan bukan rekonstruksi resmi BPS. Data yang tersedia tidak memuat periode tumpang-tindih (bulan yang dilaporkan pada dua tahun dasar sekaligus), sehingga faktor penyambung diperoleh dengan mengasumsikan level berlanjut mulus di titik pergantian. Untuk itu, cara bacanya, tren dan perubahan tahunan (year-on-year) dalam satu tahun dasar tetap valid, sedangkan level absolut historis lintas tahun dasar sebaiknya dibaca sebagai estimasi. Metode ini mengikuti prinsip penyambungan seri indeks (index linking/splicing) yang lazim pada manual indeks harga internasional (IMF/ILO Producer & Consumer Price Index Manual).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.723 | +0.09 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |