IHPB Bahan Bangunan Naik 1,32% ke Level 110,28 pada Juni 2026

1
Agus Dwi Darmawan 20/07/2026 09:15 WIB
Image Loader
Memuat...
Pertumbuhan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia (year-on-year, %) s.d. 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Terakhir diperbarui: 20 Juli 2026. Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia pada Juni 2026 berada di level 110,28, naik 1,32% dibanding bulan sebelumnya (month-to-month) dan naik 8,68% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). IHPB Bahan Bangunan menjadi indikator dini pergerakan biaya material konstruksi yang kerap mendahului perubahan harga di sektor properti dan proyek infrastruktur.

(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Jambi | 2024)

Berdasarkan kelompok bangunan, berikut level IHPB pada Juni 2026 beserta perubahan tahunannya (year-on-year), diurutkan dari yang tertinggi:

  1. Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal: 111,43 (9,50% YoY), 1,67% MoM
  2. Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan: 109,67 (8,44% YoY), 1,09% MoM
  3. Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi: 108,82 (8,03% YoY), 1,46% MoM
  4. Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian: 109,62 (7,27% YoY), 1,05% MoM
  5. Bangunan Lainnya: 108,43 (7,23% YoY), 1,39% MoM

Dari sisi jenis barang (basis 2023=100), material dengan kenaikan harga bulanan tertinggi pada Juni 2026 adalah:

  1. 47. Pemutus tenaga (circuit breaker): 122,67 (naik 11,14% MoM)
  2. 2. Amplas kertas: 108,68 (naik 9,08% MoM)
  3. 32. Kerangka/kusen pintu/jendela dari aluminium: 141,64 (naik 6,61% MoM)
  4. 23. Fitting lampu (lamp holder): 122,05 (naik 6,44% MoM)
  5. 41. Minyak pelumas: 124,88 (naik 6,08% MoM)

Data IHPB dirilis bulanan oleh BPS dan dikutip dari Publikasi Indikator Ekonomi. Seri per jenis barang menggunakan tahun dasar 2023=100 (mulai 2025), sedangkan seri per kelompok bangunan tersedia sebagai deret waktu panjang sejak 2013.

(Baca: Harga Emas Hari Ini Senin, 20 Juli 2026: Turun Rp4.000 ke Rp2.610.000 per Gram)

Catatan metodologi: bagaimana grafik historis ini dibuat.

Angka indeks seperti IHPB selalu bernilai 100 pada tahun dasarnya. Setiap beberapa tahun BPS memperbarui tahun dasar (rebasing) agar bobot komoditas tetap relevan — pada seri IHPB Bahan Bangunan ini terjadi setidaknya tiga kali (sekitar 2013, 2019, dan tahun dasar terbaru 2023=100 yang berlaku sejak Januari 2025). Akibatnya, pada data mentah level indeks tampak "terjun" tiap kali basis berganti — misalnya dari 118,65 pada Desember 2024 (basis 2018=100) menjadi 101,22 pada Januari 2025 (basis 2023=100) — padahal harga riil bahan bangunan tidak benar-benar anjlok. Jika ditampilkan apa adanya, grafik akan memperlihatkan patahan tajam yang menyesatkan.

Untuk itu, grafik menyajikan seri sambungan: setiap potongan seri lama diskalakan dengan satu faktor pengali agar titik akhirnya menyambung mulus ke titik awal seri berikutnya, lalu seluruhnya disetarakan ke tahun dasar terbaru (2023=100). Faktor pengali dihitung dari rasio di titik pergantian; contohnya, seri 2019–2024 dikalikan 101,22/118,65 ? 0,85 sehingga Desember 2023 yang semula 117,80 menjadi ?100,5 — konsisten dengan basis 2023=100. Karena hanya dikalikan konstanta, laju kenaikan/penurunan dari bulan ke bulan di dalam tiap periode tetap persis sama dengan data asli BPS, sehingga tren pergerakan harga terbaca akurat.

Perlu dicatat, penyetaraan ini bersifat perkiraan dan bukan rekonstruksi resmi BPS. Data yang tersedia tidak memuat periode tumpang-tindih (bulan yang dilaporkan pada dua tahun dasar sekaligus), sehingga faktor penyambung diperoleh dengan mengasumsikan level berlanjut mulus di titik pergantian. Untuk itu, cara bacanya, tren dan perubahan tahunan (year-on-year) dalam satu tahun dasar tetap valid, sedangkan level absolut historis lintas tahun dasar sebaiknya dibaca sebagai estimasi. Metode ini mengikuti prinsip penyambungan seri indeks (index linking/splicing) yang lazim pada manual indeks harga internasional (IMF/ILO Producer & Consumer Price Index Manual).

Data Pasar

Macro update by
20 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.059 +0.08
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...