Menurut publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), data per 2024, PDRB ADHK sektor perikanan jika ditotal untuk 10 provinsi teratas besarnya mencapai Rp156,74 triliun. Nilai dari jumlah 10 provinsi tersebut, proporsinya mencapai 60,91% dari total seluruh provinsi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur tercatat dengan PDRB ADHK sektor perikanan terbanyak, yaitu Rp36,35 triliun. PDRB ADHK sektor perikanan di Jawa Timur saat ini setara dengan 14,13% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Ekspor Lemak dan Minyak Hewan Indonesia ke Samoa Turun Menjadi US$ 1,93 Juta)
Setelahnya Sulawesi Selatan di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, PDRB ADHK sektor perikanan di provinsi ini tumbuh 5,1%. Periode yang sama tahun sebelumnya PDRB ADHK sektor perikanan di provinsi ini tercatat Rp29,1 triliun.
Selanjutnya, PDRB ADHK sektor perikanan di Lampung turun 3,37% menjadi Rp13,59 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, PDRB ADHK sektor perikanan di Riau naik 2,79% menjadi Rp13,13 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan PDRB ADHK sektor perikanan di Jawa Barat naik 1,4% menjadi Rp12,38 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: PDRB ADHK Sektor Jasa Perusahaan Periode 2013-2025)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan PDRB ADHK sektor perikanan tertinggi pada 2024:
- Jawa Timur Rp36,35 triliun
- Sulawesi Selatan Rp30,58 triliun
- Lampung Rp13,59 triliun
- Riau Rp13,13 triliun
- Jawa Barat Rp12,38 triliun
- Sulawesi Tenggara Rp12,02 triliun
- Jawa Tengah Rp10,77 triliun
- Sumatera Utara Rp10,41 triliun
- Sumatera Selatan Rp9.618,87 miliar
- Kalimantan Timur Rp7.890,37 miliar