Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memproduksi 3,16 juta ton nenas pada 2023.
Angka tersebut turun 47,2 ribu ton (1,47%) dari tahun sebelumnya yang mencapai 3,2 juta ton. Dalam 5 tahun terakhir, volume produksi nenas Indonesia naik 960,12 ribu ton (43,71%).
Lampung tercatat sebagai penghasil nenas terbesar nasional pada tahun lalu, yakni 722,85 ribu ton. Jumlah ini berkontribusi sebanyak 23% dari total produksi nenas di Indonesia pada 2023.
Selanjutnya, Sumatera Selatan dan Jawa Timur menempati urutan kedua dan ketiga provinsi penghasil nenas nasional pada 2023, dengan volume produksi masing-masing 477,43 ribu ton dan 435,68 ribu ton.
Di sisi lain, ada 1 provinsi yang tercatat tidak menghasilkan nenas pada 2023, di antaranya DKI Jakarta.
Berikut rincian volume produksi nenas pada 2023 berdasarkan provinsi, dari yang tertinggi hingga terendah.
- Lampung: 722,85 ribu ton
- Sumatera Selatan: 477,43 ribu ton
- Jawa Timur: 435,68 ribu ton
- Riau: 379,02 ribu ton
- Jawa Tengah: 282,63 ribu ton
- Jambi: 186,6 ribu ton
- Jawa Barat: 171,33 ribu ton
- Sumatera Utara: 169,68 ribu ton
- Kalimantan Barat: 129,7 ribu ton
- Sulawesi Tengah: 31,38 ribu ton
- Nusa Tenggara Barat: 25,52 ribu ton
- Kalimantan Timur: 24,87 ribu ton
- Nusa Tenggara Timur: 23,23 ribu ton
- Sulawesi Tenggara: 23 ribu ton
- Aceh: 19,85 ribu ton
- Kalimantan Selatan: 14,76 ribu ton
- Kalimantan Tengah: 11,13 ribu ton
- Kep. Riau: 7339 ton
- Sulawesi Selatan: 6475 ton
- Kep. Bangka Belitung: 5882 ton
- Sulawesi Barat: 3093 ton
- DI Yogyakarta: 789 ton
- Kalimantan Utara: 788 ton
- Sulawesi Utara: 557 ton
- Bengkulu: 519 ton
- Maluku: 505 ton
- Maluku Utara: 468 ton
- Bali: 385 ton
- Papua Barat: 373 ton
- Sumatera Barat: 235 ton
- Papua: 217 ton
- Gorontalo: 160 ton
- Banten: 115 ton
(Baca: 10 Negara Penghasil Jahe Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk Daftar)