Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Klungkung, pada 2024 tercatat Rp11,02 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp10,07 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat turun 0,23%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bantul Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 222,76 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp52.628 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 241.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp2,43 jutajuta. Nominal ini tumbuh 4,25%.
Setelahnya sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 14,1% menjadi Rp1,46 jutajuta kemudian diikuti oleh sektor konstruksi tumbuh 3,5% menjadi Rp1,05 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Subulussalam Menurut Sektor pada 2024)
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp964,97 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Klungkung pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Klungkung ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 19,93%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor informasi dan komunikasi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Real Estate,Sektor Jasa Pendidikan,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.