Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Aceh Barat tahun 2025 sebesar 15,5 persen. Angka ini turun 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan sebesar 11,93 persen secara pertumbuhan tahunan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 34.550 jiwa, berkurang sebanyak 4.240 jiwa dari catatan tahun 2024.
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini mencapai nilai tertinggi pada tahun 2004 sebesar 35,65 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 yaitu 15,5 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 11,93 persen, sedangkan pertumbuhan kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 4,13 persen.
(Baca: PDRB ADHB Pengeluaran Perubahan Inventori di Kalimantan Selatan | 2025)
Secara peringkat nasional, Kabupaten Aceh Barat menempati urutan 80 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia untuk persentase kemiskinan tahun 2025. Peringkat wilayah ini mengalami pergeseran secara bertahap dari urutan 25 pada tahun 2004, hingga mencapai posisi 80 di tahun terbaru.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir mencapai 16,99 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 17,5 persen. Angka tahun 2025 menunjukkan penurunan yang lebih besar dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut. Seluruh kabupaten tetangga dengan tingkat kemiskinan berdekatan juga mencatat penurunan angka kemiskinan pada tahun yang sama.
Kabupaten Bener Meriah
Wilayah ini menempati peringkat 70 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 16,2 persen dan penurunan sebesar 10,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 25.590 jiwa, garis kemiskinan sebesar 602,42 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 40,35 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nagan Raya
Peringkat 81 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 15,42 persen dan penurunan sebesar 8,97 persen tahunan. Terdapat 27.240 jiwa penduduk miskin disini, garis kemiskinan sebesar 642,82 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 74,57 juta rupiah per tahun.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA6 Kota Depok 2025)
Kabupaten Pidie Jaya
Menempati urutan 72 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat nilai 16,12 persen dengan penurunan tahunan sebesar 11,82 persen. Terdapat 27.620 jiwa penduduk miskin disini, garis kemiskinan sebesar 610,75 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 29,75 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Simeulue
Peringkat 79 nasional menjadi catatan wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 15,52 persen dan penurunan tahunan sebesar 12,27 persen. Jumlah penduduk miskin disini tercatat 15.580 jiwa, garis kemiskinan sebesar 586,50 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 34,33 juta rupiah per tahun.
Kota Subulussalam
Wilayah ini menempati urutan 98 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 13,88 persen dan penurunan tahunan sebesar 15,26 persen. Terdapat 11.950 jiwa penduduk miskin disini, garis kemiskinan sebesar 514,37 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 29,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Utara
Menempati peringkat 93 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat nilai 14,27 persen dengan penurunan tahunan sebesar 11,42 persen. Jumlah penduduk miskin disini mencapai 93.430 jiwa, garis kemiskinan sebesar 483,71 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 48,18 juta rupiah per tahun.