Harga-harga komponen penyumbang inflasi jasa angkutan penumpang di kota Cirebon pada April lalu berada di angka 6,11%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat -1,37%. Di antara tujuh kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok transportasi menyumbang 0,62% inflasi di kota Cirebon.
(Baca: Harga Penyediaan Makanan dan Minuman / Restoran di Meulaboh Bulan April Naik 0,77%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) transportasi di kota Cirebon berada di level 123,23 pada April 2024, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 116,13.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi transportasi telah turun 15,2% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di kota Cirebon telah mengalami pertumbuhan 6,11% (year to date/ytd).
Subkelompok inflasi ini mengalami peningkatan tertinggi di urutan kedua dibanding sub kelompok penyumbang inflasi lainnya.
(Baca: Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Tembilahan Bulan April 0,88%)
Berikut ini inflasi subkelompok transportasi yang di ukur BPS per April di kota Cirebon :
- Kelompok transportasi 0,62%
- Kelompok jasa angkutan penumpang 6,11%
- Kelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi 0,23%
Dibandingkan dengan 138 kabupaten/kota lain, inflasi transportasi tertinggi terjadi di kabupaten Ngada sebesar 1,53% dengan IHK sebesar 107.73 dan terendah terjadi di kabupaten Merauke sebesar 9,22% dengan IHK sebesar 111.38. Sementara untuk kota Cirebon ini menempati urutan 49.
Berikut ini 10 kabupaten/kota dengan inflasi subkelompok transportasi tertinggi pada April 2024:
- Kabupaten Gunung Kidul 34,12%
- Kota Pangkal Pinang 31,5%
- Tanjung Pandan 30,57%
- Kota Pontianak 20,59%
- Kabupaten Pasaman Barat 20,19%
- Kabupaten Tabanan 19,09%
- Kabupaten Luwu Timur 19,04%
- Kota Padang Sidimpuan 15,19%
- Kota Serang 14,7%
- Kota Pekanbaru 14,39%