Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Wakatobi, pada 2024 mencapai Rp6,14 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,77% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp5,77 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,02%.
(Baca: Harga Telur Ayam Ras Segar di Pasar Modern Periode April 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 118,43 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp51.916 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 248.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Wakatobi pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp1,84 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 5,66% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,72 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 9,04% menjadi Rp1,06 jutajuta, sektor konstruksi tumbuh 7,27% menjadi Rp1,05 jutajuta.
(Baca: Harga Cabai Merah Keriting di Sumatera Selatan Termahal Se-Indonesia (Jumat, 10 April 2026))
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan PDRB Rp352,17 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Wakatobi pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Wakatobi ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 28,76%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.