Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Buton Tengah, pada 2024 tercatat Rp3,17 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,32% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3,03 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,12%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Gayo Lues Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 120,42 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp26.136 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 455.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Buton Tengah merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp1,16 jutajuta. PDRB ini pertumbuhan negatif -1,21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,16 jutajuta.
Kemudian sektor konstruksi pertumbuhan negatif -0,19% menjadi Rp467,79 ribujuta, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 7,32% menjadi Rp429,08 ribujuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kabupaten Kaimana pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Buton Tengah, untuk urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan nilai Rp248,53 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 5,98% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp230,64 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Buton Tengah pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Buton Tengah ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 35,66%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.