Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Kaimana, pada 2024 mencapai Rp3,1 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 2,13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,91 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat turun 2,1%.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Bombana Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 64.140 jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp46.446 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 276.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Kaimana pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp749,07 ribujuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh -0,41% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp752,12 ribujuta.
Selanjutnya di posisi kedua adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 2,88% menjadi Rp652,81 ribujuta, sektor konstruksi dengan PDRB Rp600,66 ribujuta (4,65%).
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 1 di Pasar Tradisional Periode Maret 2025-2026)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah industri pengolahan dengan PDRB Rp175,61 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 0,76% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp166,95 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Kaimana pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Kaimana ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 27,52%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor konstruksi, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan sektor industri pengolahan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.