Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Batu, pada 2024 tercatat Rp22,15 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,04% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp20,53 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,04%.
(Baca: Jumlah Perceraian di Kalimantan Timur Periode 2019-2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 223,6 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp99.487 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 81.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor di Kota Batu pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp4,16 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 4,88% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,87 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor jasa lainnya tumbuh 7,28% menjadi Rp3,55 jutajuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan dan perikanan pertumbuhan negatif -1,1% menjadi Rp3,21 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Periode 2013-2025)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah penyediaan akomodasi dan makan minum dengan PDRB Rp2,38 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 6,31% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp2,16 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Batu pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Batu ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 19,57%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor jasa lainnya, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pertambangan dan Penggalian dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.