Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Tulungagung, pada 2025 mencapai Rp55,4 triliun. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,75% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp51,25 triliun.
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2022 pasca covid tercatat mencapai 5,22%.
(Baca: 6,13% Penduduk di Kabupaten Banyuwangi Masuk Kategori Miskin)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 1,14 juta jiwa (data 2024), PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp49.485 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 279.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor industri pengolahan menjadi unggulan.
Sektor industri pengolahan di Kabupaten Tulungagung merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2025 lalu dengan nilai mencapai Rp13,67 jutajuta. Nominal ini tumbuh 7,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp12,38 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,44% menjadi Rp11,38 jutajuta, kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 6,71% menjadi Rp9,84 jutajuta.
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan PDRB Rp3,18 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 6,99% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp2,97 jutajuta.
(Baca: Sektor Utama Penggerak Perekonomian di Kota Bitung pada 2025)
Distribusi PDRB di Kabupaten Tulungagung pada 2025
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Tulungagung ini adalah sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 23,85%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor konstruksi, dan sektor informasi dan komunikasi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.