Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Sumbawa, pada 2024 mencapai Rp18,52 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp17,51 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 1,87%.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 526,01 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp34.509 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 387.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Di urutan pertama yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp7,24 jutajuta. Nominal ini tumbuh 1,3%.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,81% menjadi Rp3,11 jutajuta kemudian diurutan berikutnya diikuti oleh sektor konstruksi tumbuh 4,37% menjadi Rp2,36 jutajuta.
(Baca: Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Tradisional Provinsi Jawa Barat Sebulan Terakhir Naik 17,7%)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Sumbawa, untuk urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan nilai Rp892,31 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 2,05% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp850,57 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Sumbawa pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Sumbawa ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 38,14%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.