Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39% (year-on-year/yoy).
Angka tersebut diukur dari nilai produk domestik bruto (PDB) harga konstan Indonesia yang naik dari Rp3,3 kuadriliun pada kuartal IV 2024, menjadi Rp3,47 kuadriliun pada kuartal IV 2025.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 ini lebih tinggi dibanding kuartal-kuartal sebelumnya.
Adapun sejak 2023, laju pertumbuhan ekonomi nasional konsisten menguat setiap kuartal IV, seperti terlihat pada grafik.
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sedikit Menguat pada 2025)
Namun, pertumbuhan ini tidak merata di semua sektor usaha.
Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan hanya terjadi di 15 dari 17 lapangan usaha utama Indonesia.
Pertumbuhan paling tinggi diraih sektor transportasi dan pergudangan, yang PDB-nya tumbuh 8,98% (yoy) pada kuartal IV 2025.
Pertumbuhan kuat juga tercatat di sektor jasa lainnya; serta informasi dan komunikasi; yang masing-masingnya tumbuh di kisaran 8% (yoy).
Sedangkan sektor di luar itu pertumbuhannya kurang dari 8% (yoy). Bahkan ada dua sektor yang PDB-nya justru melemah pada kuartal IV 2025, yaitu pengelolaan air/sampah dan pertambangan.
Berikut rincian pertumbuhan PDB Indonesia per lapangan usaha pada kuartal IV 2025, diurutkan dari yang tertinggi:
- Transportasi dan pergudangan: 8,98% (yoy)
- Jasa lainnya: 8,71% (yoy)
- Informasi dan komunikasi: 8,09% (yoy)
- Jasa keuangan dan asuransi: 7,92% (yoy)
- Jasa perusahaan: 7,9% (yoy)
- Penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman: 7,15% (yoy)
- Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor: 6,07% (yoy)
- Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 5,95% (yoy)
- Industri pengolahan: 5,4% (yoy)
- Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 5,14% (yoy)
- Konstruksi: 3,89% (yoy)
- Real estat: 3,71% (yoy)
- Pengadaan listrik dan gas: 3,55% (yoy)
- Jasa pendidikan: 3,43% (yoy)
- Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 1,63% (yoy)
- Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang: -0,51% (yoy
- Pertambangan dan penggalian: -1,31% (yoy
(Baca: Sektor Usaha Penopang Utama Ekonomi Indonesia Tahun 2025)