Menurut data Kementerian Perdagangan, ada sejumlah bahan pangan pokok yang harganya naik pada awal tahun 2026.
Komoditas yang harganya naik paling tinggi adalah bawang merah. Pada 6 Januari 2026, rata-rata harganya secara nasional mencapai Rp49.300 per kilogram, naik 11,8% dibanding setahun lalu (year-on-year/yoy).
Kenaikan harga juga terjadi pada daging dan telur ayam, minyak goreng curah dan premium, daging sapi, terigu, serta gula pasir curah.
Bahan pangan pokok yang harganya tak berubah dibanding setahun lalu hanya beras premium.
Namun, ada pula komoditas yang harganya turun, yaitu beras medium, kedelai impor, minyak goreng merek Minyakita, serta cabai dan bawang putih.
Berikut rincian bahan pangan yang harganya naik pada 6 Januari 2026 dibanding setahun lalu:
- Bawang Merah: Rp49.300 per kilogram, naik 11,8% (yoy)
- Daging Ayam Ras: Rp41.800 per kilogram, naik 4,8% (yoy)
- Telur Ayam Ras: Rp33.800 per kilogram, naik 3,4% (yoy)
- Minyak Goreng Sawit Curah: Rp18.100 per liter, naik 2,3% (yoy)
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp141.200 per kilogram, naik 1,9% (yoy)
- Tepung Terigu: Rp13.400 per kilogram, naik 1,5% (yoy)
- Minyak Goreng Sawit Kemasan Premium: Rp22.300 per liter, naik 1,4% (yoy)
- Gula Pasir Curah: Rp18.300 per kilogram, naik 0,5% (yoy)
Ini bahan pangan yang harganya tak berubah pada 6 Januari 2026 dibanding setahun lalu:
- Beras Premium: Rp16.300 per kilogram
Kemudian ini bahan pangan yang harganya turun pada 6 Januari 2026 dibanding setahun lalu:
- Beras Medium: Rp14.500 per kilogram, turun 0,7% (yoy)
- Kedelai Impor: Rp14.700 per kilogram, turun 2% (yoy)
- Minyak Goreng Minyakita: Rp16.800 per liter, turun 2,9% (yoy)
- Cabai Merah Keriting: Rp45.800 per kilogram, turun 10,4% (yoy)
- Bawang Putih Honan: Rp38.800 per kilogram, turun 12,2% (yoy)
- Cabai Merah Besar: Rp46.600 per kilogram, turun 14% (yoy)
- Cabai Rawit Merah: Rp61.500 per kilogram, turun 15,9% (yoy)
(Baca: Laju Inflasi Indonesia Menguat pada Desember 2025)