Penduduk Kabupaten Wakatobi Mengeluarkan Rpsembilan per Kapita per Minggu untuk Membeli Daging Babi
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Rata-rata pengeluaran masyarakat di Kabupaten Wakatobi untuk membeli daging babi pada 2025 sebesar Rpsembilan per kapita per minggu. Nilai ini turun dibandingkan dengan pengeluaran tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,03 per kapita per minggu.
(Baca: 5,26% Penduduk di Kota Palu Masuk Kategori Miskin)
Pengeluaran per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga. Pengelaran ini dapat dikelompokkan pada dua bagian yakni untuk kebutuhan makanan dan bukan makanan.
Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu, sedangkan untuk bukan makanan dihitung selama sebulan dan 12 bulan yang lalu. Baik konsumsi makanan maupun bukan makanan selanjutnya dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. Angka-angka konsumsi/pengeluaran rata-rata per kapita yang disajikan dalam publikasi BPS diperoleh dari hasil bagi jumlah konsumsi seluruh rumah tangga (baik mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk.
Menurut BPS, penurunan pengeluaran ini imbas dari oleh angka inflasi bulanan (month to month)di wilayah ini yang mencapai 3,43%. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat sebesar 3,43%.
(Baca: Statistik Produksi Jambu Biji Periode 2013-2025)
Lima terbesar pengeluaran penduduk untuk kelompok daging di Kabupaten Wakatobi dari urutan tertinggi dibelanjakan untuk daging ayam kampung Rp874 per kapita per minggu, daging ayam ras Rp492 per kapita per minggu, daging sapi Rp161 per kapita per minggu, domba/biri-biri Rp10 per kapita per minggu dan terrendah dibelanjakan untuk daging babi Rpsembilan per kapita per minggu
Berdasarkan wilayah, pengeluaran penduduk untuk membeli daging babi tertinggi adalah di Kabupaten Puncak Jaya dan terendah di Kabupaten Karawang. Sedangkan untuk Kabupaten Wakatobi ini, nominal pengeluaran untuk membeli daging babi berada di urutan 315. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita secara nasional untuk membeli daging babi adalah Rp173 per kapita per minggu.
Berikut ini adalah 10 kabupaten/kota dengan pengeluaran per kapita tertinggi untuk membeli daging babi:
- Kabupaten Puncak Jaya Rp23.911,0
- Kabupaten Intan Jaya Rp16.052,0
- Kabupaten Yalimo Rp15.594,0
- Kabupaten Yahukimo Rp14.685,0
- Kabupaten Jayawijaya Rp14.404,0
- Kabupaten Deiyai Rp14.396,0
- Kabupaten Paniai Rp14.359,0
- Kabupaten Pegunungan Bintang Rp12.298,0
- Kabupaten Maybrat Rp12.079,0
- Kabupaten Nduga Rp11.144,0
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.626 | -0.16 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |