Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Provinsi Sulawesi Tengah, pada akhir tahun 2025 tercatat 32 desa yang sebagian besar keluarganya menggunakan gas kota untuk keperluan memasak. Angka ini merupakan nilai tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak tahun 2020, mengalami kenaikan sebanyak 3 desa dibandingkan tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 10,34 persen. Sepanjang 5 tahun periode data, seluruh periode pencatatan selalu mengalami kenaikan tanpa pernah terjadi penurunan maupun stagnasi nilai.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tengah 2025)
Selama periode data tersedia, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024, dengan penambahan 18 desa atau tumbuh 163,64 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara kenaikan terendah tercatat pada tahun 2025, hanya bertambah 3 desa. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 70,49 persen per tahun, dimana pertumbuhan tahun 2025 berada jauh dibawah rata-rata periode tersebut. Posisi ranking Sulawesi Tengah di wilayah Pulau Sulawesi tetap berada di urutan 2 sejak tahun 2024, sedangkan ranking nasional tetap bertahan di posisi 5 selama dua tahun berturut-turut.
Secara akumulatif sejak tahun 2020, nilai indikator ini mengalami peningkatan total sebesar 300 persen selama 5 tahun periode, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk mencapai 58,74 persen. Nilai tahun 2025 juga tercatat berada diatas rata-rata nilai seluruh periode pencatatan. Tidak ada periode penurunan dalam seluruh data historis, sehingga seluruh pergerakan nilai menunjukkan tren naik secara konsisten meskipun laju pertumbuhan mengalami perlambatan signifikan pada tahun terakhir.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat pertama nasional untuk indikator ini pada tahun 2025, dengan total 121 desa yang mayoritas keluarga menggunakan gas kota untuk memasak. Wilayah ini mengalami pertumbuhan 5,22 persen dibanding tahun sebelumnya, bertambah sebanyak 6 desa. Nilai total desa yang tercatat hampir 4 kali lipat dibandingkan nilai yang dicapai Sulawesi Tengah pada periode yang sama. Meskipun menempati urutan teratas, pertumbuhan tahunan Sumatera Selatan termasuk yang terendah diantara 5 provinsi teratas nasional.
Jawa Timur
Pada posisi kedua nasional, Jawa Timur mencatat 80 desa dengan penggunaan gas kota mayoritas keluarga pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 19,4 persen, dengan penambahan sebanyak 13 desa dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi kenaikan absolut tertinggi diantara seluruh provinsi dalam daftar teratas. Posisi ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi terbaik di Pulau Jawa untuk indikator ini, mengungguli seluruh provinsi lain di pulau tersebut.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Pelita Atsiri SPMB 2026)
Aceh
Aceh menempati urutan ketiga nasional, menjadi satu-satunya provinsi di daftar 5 teratas yang mengalami penurunan nilai pada tahun 2025. Terpantau ada penurunan sebanyak 3 desa, dengan penurunan persentase sebesar 3,95 persen dibandingkan tahun 2024. Total desa yang tercatat di Aceh adalah 73 desa, tetap mengungguli seluruh provinsi di Sulawesi meskipun mengalami koreksi nilai pada tahun terakhir pencatatan.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menjadi provinsi terbaik di wilayah Pulau Sulawesi, menempati peringkat 4 nasional dengan catatan 35 desa pada tahun 2025. Wilayah ini tumbuh 9,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya, bertambah 3 desa sama dengan penambahan yang dicapai Sulawesi Tengah. Selisih nilai antar kedua provinsi di Sulawesi ini hanya terpaut 3 desa, dengan posisi ranking yang hanya berbeda satu tingkat di daftar nasional.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah menutup daftar 5 besar provinsi nasional untuk indikator ini, dengan total 32 desa tercatat tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan 10,34 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Sulawesi Selatan di peringkat diatasnya. Secara total perubahan sejak tahun 2020, Sulawesi Tengah telah mengalami peningkatan 300 persen nilai, menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan tercepat secara akumulatif di Indonesia untuk adopsi gas kota di tingkat desa.