Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Garut, pada 2024 tercatat Rp78,83 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,95% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp72,23 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,58%.
(Baca: Harga Telur Ayam di 10 Provinsi Ini Paling Mahal (Selasa, 17 Maret 2026))
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 2,79 juta jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp29.012 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 434.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Garut merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp28,37 jutajuta. Nominal ini tumbuh 1,14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp26,23 jutajuta.
Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 5,51% menjadi Rp14,52 jutajuta, kemudian PDRB sektor industri pengolahan yang kali ini tumbuh 9,45% menjadi Rp7,44 jutajuta.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Rembang Periode 2004 - 2024)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah jasa pendidikan dengan PDRB Rp4,09 jutajuta. Sektor ini tercatat tumbuh 6,67% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp3,8 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Garut pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Garut ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 30%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.