Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Buton, pada 2024 mencapai Rp5,3 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp5,06 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,62%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kota Parepare 5,23%)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 121,72 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp43.410 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 301.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertambangan dan penggalian menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertambangan dan penggalian. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,83 jutajuta. Nominal ini pertumbuhan negatif -5,73%.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Buton ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 2,83% menjadi Rp1,15 jutajuta, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,87% menjadi Rp819,85 ribujuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Wajo Menurut Sektor pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Buton, untuk urutan lima besar adalah konstruksi dengan nilai Rp325,26 ribujuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 17,93% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp268,41 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Buton pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Buton ini adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi mencapai 34,78%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor jasa pendidikan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.